AKTUALONLINE.co.id – BATU BARA ||| Kondisi erosi di aliran Sungai Dalu-Dalu, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara, kian mengkhawatirkan dan mulai mengancam keselamatan warga di dua desa sekitar bantaran sungai.
Warga mengaku resah karena longsoran tanggul terus terjadi dan dikhawatirkan dapat memicu banjir besar apabila tidak segera ditangani secara serius oleh pemerintah terkait.
Proyek perbaikan tanggul yang diketahui menelan anggaran sekitar Rp11,6 miliar kini turut menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, hasil pekerjaan di lapangan diduga tidak maksimal dan dinilai kurang berkualitas.
Tanggul darurat sepanjang kurang lebih 20 meter disebut-sebut sangat rentan jebol saat debit air sungai meningkat. Sejumlah warga juga mengungkapkan dugaan bahwa material timbunan yang digunakan berupa pasir, bukan tanah sesuai standar teknis di lokasi tersebut.
Selain itu, proses pemadatan juga diduga tidak dilakukan secara optimal sehingga struktur tanggul dinilai lemah dan mudah terkikis arus sungai.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Batu Bara Budi Iswan Sinaga bersama Camat Air Putih dan Kepala Desa Sukaraja turun langsung ke lokasi untuk meninjau kondisi erosi di lapangan.
Kepala Desa Sukaraja, Rafiq, meminta pemerintah segera mengambil langkah cepat untuk mengatasi kondisi tersebut sebelum kerusakan semakin parah.
“Kami berharap pemerintah segera turun tangan memperbaiki infrastruktur ini demi keselamatan warga. Jika dibiarkan, longsoran akan semakin meluas dan ancaman banjir semakin besar,” ujar Rafiq.
Warga berharap adanya tindakan cepat dan perbaikan permanen yang dikerjakan secara profesional, sehingga tanggul Sungai Dalu-Dalu dapat kembali kuat dan mampu melindungi permukiman dari ancaman banjir. ||| Herman Sitorus




