Santri dari Pondok Pesantren Tahfiz Alquran dan Hadits Al Faiz. (Foto: Ist/Aktual Online)
AKTUALONLINE.co.id – Medan || Ada saja cara elemen masyarakat yang sebenarnya gerah melihat bandar Sabu Jermal. Salah satunya seperti yang dilakukan santri dari Pondok Pesantren Tahfiz Alquran dan Hadits Al Faiz, yakni pilih jalur berdoa.
“Ya Allah, terangilah pikiran para pembuat kebijakan agar mereka dapat merancang sistem deteksi dini Narkoba yang menyeluruh hingga ke pelosok desa, hingga gang-gang kecil di sekitar pemukiman kami. Ya Allah, mudahkanlah koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah di Sumatera Utara kiranya ego sektoral dapat dipinggirkan terlebih dahulu agar demi menyelamatkan nyawa generasi muda,” doa seorang santri.
Karena bandar Narkoba Jermal tidak kunjung ditangkap oleh pihak kepolisian, santri tersebut juga menadahkan tangan agar Allah memberi hidayah pelaku maksiat itu untuk dapat insaf.
“Ya Allah berikanlah hidayat kepada mereka yang rela menjadi kurir Narkoba karena alasan ekonomi, bukakanlah pintu rezeki yang halal bagi mereka sehingga mereka tidak lagi merusak bangsa kaum sendiri demi sesuap nasi yang tidak berkah. Ya Allah, jadikanlah ayat-ayat Alquran yang kami hafal sebagai cahaya mengusir kegelapan maksiat. Biarlah lantunan kalam-Mu menolak segala sumber negatif dan niat jahat para pengedar,” minta santri tersebut.
Keyakinan para santri dengan munajat doa mereka kepada Allah juga harus disambut positif oleh polisi khususnya Polrestabes Medan.
Simak doa santri ini melalui tayangan berikut:
Jika bandar Sabu Jermal tidak tertangkap usai doa ini, mereka yakin bukan tidak dikabulkan oleh Allah. Namun harus ditajamkan lagi dengan aksi mengetuk pintu langit oleh ratusan santri di depan Polda Sumut, Polrestabes Medan dan kantor Gubernur Sumut.
Diketahui, bandar Sabu Jermal pernah ditangkap pada tahun 2020, namun hanya ditahan selama 6 hari tanpa penjelasan resmi dari pihak kepolisian. Bahkan massa aksi dari Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Bersatu Sumut saat demonstrasi di Polda Sumut membeberkan bandar Sabu Jermal masuk dalam DPO.|| Prasetiyo
