Today

Belajar dari Panipahan Rohil, Penumpasan Rantai Narkoba di Jermal Harus dengan Aksi Massa Juga

Salah satu aktivitas menghisap Sabu di Barak Narkoba Jermal. (Foto: dok. Aktual Online)

 

 

AKUALONLINE.co.id – Medan || Aksi masyarakat menyerang rumah bandar Narkoba di Panipahan Rokan Hilir (Rohil) bisa menjadi pelajaran untuk diterapkan di lingkungan masing-masing untuk memberantas peredaran zat perusak otak dan masa depan generasi muda.

Ketua Cahaya Kemenangan (Cakep) Sumut Jauli Manalu menyebut aksi-aksi semacam itu merupakan jalan tepat untuk diterapkan oleh masyarakat Medan, khususnya di wilayah Jermal yang belakangan ini menjadi atensi Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak.

Apalagi, dari banyaknya jumlah gubuk di barak Narkoba Jermal dibakar, namun pemilik barak maupun bandar Sabu yang mengkoordinir lokasi tersebut tidak dapat ditangkap.

“Saya berpendapat sudah waktunya memang masyarakat yang turun tangan juga. Ada gunanya juga pelajaran dari Panipahan Rohil kemarin,” terangnya, Senin (13/4/2026) siang.

Hemat Jauli Manalu, aksi di Panipahan Rohil itu juga didasari oleh ketidakmampuan aparat penegak hukum menyambut keluhan masyarakat. Kondisi itu sama persis seperti yang dialami masyarakat Jermal. Meski viral jutaan kali, pemberantasan Narkoba di Jermal hanya mampu dilakukan sebatas pengejaran tanpa menangkap bandar dan membakar beberapa gubuk.

Meski begitu, Jika dilakukan di Jermal, Jauli Manalu menganggap aksi seperti di Panipahan Rohil beresiko tinggi bagi jabatan seorang Kapolrestabes. Bahkan, ada banyak nama orang penting akan terungkap.

“Beresiko ini memang. Itulah sulitnya. Kalau turun masyarakat, pasti copot itu Kapolrestabes. Nama-nama orang penting juga akan terungkap. Saya hanya memberi pandangan. Soal aksi masyarakat itu kembali lagi pada kenekatan dan kekompakan.|| Prasetiyo

READ  Kejari Batu Bara Hentikan Penuntutan 3 Tersangka Kasus Penganiayaan Berdasarkan Restorative Justice

Related Post