Amat Hamim korban penculikan dan percobaan jaringan bandar Narkoba Mangkubumi Medan. (Foto: Ist/Aktual Online)
AKTUALONLINE.co.id – Medan || Amat Hamim (32) korban penculikan dan percobaan pembunuhan jaringan bandar Narkoba Mangkubumi Medan mengungkap bahwa peristiwa 28 Desember 2025 silam ia alami bukan tanpa alasan.
Ia sering dituduh menjadi anak main salah seorang polisi untuk membocorkan pergerakan pelaku bernama Friski dalam transaksi Narkoba. Sangkaan berulang itupun kemudian diamini Amat Hanim hingga akhirnya pelaku benar-benar jadi incaran penegak hukum.
Pelaku ternyata membuat dendam dan mengerahkan tiga orang anggotanya yakni Ali Gomok, Ari Botak dan Satya untuk menculik dan mencoba menghilangkan nyawa Amat Hamim.
“Dia buat saya kayak gini karena mau saya tangkap, saya kibusilah dia sama polisi. Tapi, dia lari. Jadi dia dendam,” ungkapnya dalam wawancara Ekslusif Aktual Online yang ditayangkan 4 April 2026 lalu.
Meski sudah membantu polisi dengan membocorkan pergerakan jaringan bandar Narkoba Mangkubumi Medan hingga nyaris membuatnya kehilangan nyawa, laporan penganiayaan berat yang dialaminya tersebut tidak kunjung ditanggapi oleh Polrestabes Medan.
Sementara itu, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak yang dikonfirmasi Aktual Online belum memberi penjelasan soal penanganan laporan Amat Hamim maupun penangkapan pelaku hingga berita ini diterbitkan.
Tonton wawancara Amat Hamim dalam Program Ekslusif Aktual Online soal penculikan dan percobaan pembunuhan oleh jaringan bandar Narkoba Mangkubumi yang dialaminya:
Diketahui, Ahmad Hanim mengungkap bahwa ia diculik oleh empat orang pria yang ia kenal dari sebuah tempat hiburan malam di Kawasan CBD Polonia. Mereka adalah Friski, Ali Gomok, Ari Botak dan Satya.
Saat itu sekitar pukul 02.30 WIB, di parkiran yang sepi kakinya ditusuk sebilah pisau karena melawan saat akan dibawa. Setelah pasrah, Amat Hanim langsung diangkut dengan sebuah sepeda motor dan dibawa ke jalan Masjid.
“Mereka membawa saya ke luar (red. tempat hiburan malam), di parkiran saya ditikam, saya tidak bisa melawan lagi. Mereka membawa saya ke jalan Masjid,” ungkapnya mengingat kejadian.
Di sana Amat Hanim diturunkan dan dihajar kembali dengan pukulan baseball, tidak hanya urat-urat di kakinya yang jadi sasaran tusukan. Namun, kepalanya juga disayat hingga membuatnya sempat tidak sadarkan diri.
Untungnya, saat saat salah seorang pelaku memukul kaki kirinya, Amat Hanim kembali sadar dan spontan berlari, langsung meloncat ke sungai. Para pelaku sempat berpikir Amat Hamim sudah meninggal lantaran saat itu ia berkamuflase seolah-olah tidak bernyawa lagi.
“Diam saja saya, mata saya ke atas. Mereka senter, tau saya. Dipikir mereka saya sudah mati,” ucapnya.
Setelah memastikan aman, Amat Hamim kemudian memaksakan diri mengarungi sungai hingga ke kawasan kesawan. Di sanalah ia meminta pertolongan dengan warga sekitar. Hingga akhirnya berhasil dilarikan ke rumah sakit dan membuat laporan kepolisian nomor LP/B/4476/XII/2025/SPKT/Polrestabes Medan/Polda Sumatera Utara.
Melalui pemberitaan di Aktual Online, Abdul Hamim berharap jajaran Polda Sumut Khususnya Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak untuk membantunya menangkap para pelaku.
Apalagi Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak tampak garang dalam berbagai media massa dan media sosial soal negara hadir di tengah-tengah masyarakat khususnya perang melawan Narkoba. Melalui kasusnya, Amat Hamim bersaksi bahwa Friski Cs adalah jaringan bandar Narkoba di Mangkubumi Medan yang harus ditangkap agar tidak ada lagi korban sepertinya ke depan.|| Prasetiyo
