21.1 C
Indonesia
Sabtu, 18 April 2026

50 Mahasiswa UMN Al Washliyah dari Enam Program Studi Laksanakan Program Pengabdian Masyarakat di Desa Lubuk Sidup

Berita Terbaru

AKTUALONLINE.co.id ACEH TAMIANG |||
Mahasiswa Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al Washliyah, melaksanakan program pengabdian masyarakat di Desa Lubuk Sidup, Kabupaten Aceh Tamiang, sebagai bagian dari upaya pemulihan ketahanan pangan pasca banjir
Program ini merupakan bagian dari Mahasiswa Berdampak 2026 yang didanai oleh Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Sebanyak 50 mahasiswa dari enam program studi Agribisnis, Farmasi, Ilmu Hukum, Manajemen, Akuntansi dan Sastra Inggris terlibat aktif dalam kegiatan tersebut
Mereka mendapat pendampingan tiga dosen pembimbing, yakni Dr. Leni Handayani, SP, MSi,, Sri Wahyuni, S.Si, MSi, dan Dian Habibie, SP, MSi

Mahasiswa UMN Al Washliyah dalam Program Mahasiswa Berdampak Melakukan Pemulihan Lahan Pasca Banjir dengan Pemberian Bahan Organik yang dilaksanakan pada Jum’at, 20 Februari 2026. Ketua tim pelaksana program sekaligus dosen Fakultas Pertanian UMN Al Washliyah, Leni Handayani, mengatakan mahasiswa bersama warga berupaya mengembalikan produktivitas lahan yang berubah karakter akibat banjir. “Melalui pendekatan agroekologi, kami mengajarkan pembuatan bahan organik sebagai media tanam serta pupuk cair untuk meningkatkan kesuburan tanaman di lahan yang terdampak banjir. Melalui kegiatan ini, mahasiswa turut membantu masyarakat terdampak sebagai wujud nyata pengabdian dan keperdulian dalam mempercepat pemulihan fungsi lahan pertanian agar produktif kembali serta memperkuat ekonomi warga melalui pengembangan hasil kebun pasca bencana. Kehadiran mahasiswa bersama tim ahli dan kelompok tani melakukan pengolahan tanah dengan menambahkan bahan organik, kompos, dan pupuk organik, asap cair untuk menormalkan lahan yang tertutup sedimen pasir/lumpur.. Mahasiswa juga terlibat dalam pembersihan saluran irigasi, perapihan lahan, serta membersihkan material banjir seperti sampah dan lumpur.

Kegiatan ini berfokus pada pemanfaatan tanah sedimen banjir sebagai media tanam dalam polybag untuk budidaya tanaman hortikultura.

Mahasiswa dan masyarakat setempat menyiapkan lahan serta menanam berbagai komoditas hortikultura seperti bayam, sawi, kangkung, dan jagung. Tanaman tersebut dipilih karena relatif cepat tumbuh dan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan sekaligus menjadi sumber penghasilan tambahan bagi warga.

Salah satu mahasiswa peserta program, Andika Ghali, menjelaskan bahwa kondisi tanah yang berubah menjadi lebih berpasir setelah banjir menjadi tantangan utama bagi warga.

“Akibat banjir, tanah di Aceh Tamiang menjadi lebih berpasir sehingga masyarakat belum yakin apakah tanaman seperti bayam, sawi, atau kangkung bisa tumbuh di sana. Kami ingin menunjukkan bahwa dengan teknik yang tepat, tanah berpasir tetap bisa dimanfaatkan untuk menanam berbagai tanaman,” jelasnya.

Selain teknik budidaya, mahasiswa juga memperkenalkan pembuatan pupuk organik cair sederhana dari bahan yang mudah diperoleh masyarakat, seperti fermentasi campuran limbah sayur dan buat, dan gula merah atau tetes tebu. Inovasi sederhana ini diharapkan membantu menjaga kesehatan tanaman sekaligus menekan biaya produksi petani.

Mahasiswa dari program studi Sastra Inggris juga terlibat memberikan sosialisasi terkait pengelolaan trauma, mengingat sebagian warga masih merasakan dampak psikologis setelah banjir bandang yang menghanyutkan lahan pertanian dan ternak mereka.

Melalui Program Mahasiswa Berdampak, Kemdiktisaintek mendorong perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat pembelajaran, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat dengan membawa solusi nyata atas berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Keterlibatan mahasiswa dalam pemulihan pascabencana ini menunjukkan bahwa inovasi dari kampus dapat berperan penting dalam membantu masyarakat bangkit dan membangun kembali kehidupan mereka setelah bencana.

Kegiatan pengabdian ini juga membantu petani dalam penyediaan sarana produksi pertanian, guna mempercepat proses pemulihan usahatani. Dukungan tersebut menjadi bagian dari strategi intervensi terpadu agar petani dapat kembali berproduksi secara optimal.

“Mahasiswa tidak hanya hadir sebagai relawan, tetapi sebagai pendamping berbasis keilmuan yang membantu menyelesaikan permasalahan aktual masyarakat, mulai dari penurunan produktivitas, keterbatasan akses sarana produksi, hingga kendala distribusi hasil pertanian akibat kerusakan infrastruktur pascabencana,” tutur Leni ketua pelaksana.||| Zul

 

Editor : Zul
Sumber : Leni Handayani (Dosen Fakultas Pertanian UMN Al-Washliyah)

Baca Selanjutnya

Berita lainnya