AKTUALONLINE.co.id ACEH TAMIANG |||
Tim mahasiswa berdampak UMN Al Washliyah kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat yang terdampak banjir dengan ikut serta dalam kegiatan dapur umum di Desa Lubuk Sidup. Pada Senin (23/02/2026), tim mahasiswa berdampak yang dipimpin oleh ketua tim, Andika, turut membantu dalam proses pembungkusan nasi untuk didistribusikan kepada para korban banjir.
“Kami bersama tim turun langsung untuk membantu menyiapkan makanan bagi warga terdampak. Ini adalah wujud kepedulian dan kebersamaan dalam menghadapi bencana,” ujar Andika.
Mahasiswa UMN Al Washliyah dalam Program Mahasiswa Berdampak Melakukan Penyediaan Konsumsi Warga dan Pendistribusian konsumsi warga dengan bergotong royong membantu penyediaan bahan pangan dan pengolahan makanan di posko dapur umum korban banjir Desa Lubuk Sidup. Setiap harinya secara bergantian per kelompoknya mahasiswa membantu penyediaan dan pendistribusian makan bagi warga desa Lubuk Sidup yang terdampak bencana. Melalui kegiatan ini, mahasiswa turut membantu masyarakat terdampak sebagai wujud nyata pengabdian dan keperdulian dalam mendukung pemulihan ekonomi masyarakat pasca banjir. Kehadiran mahasiswa dapat membantu meringankan beban warga terdampak banjir secara gotong royong.
Tim mahasiswa berdampak Melakukan penyediaan dan pendistribusian konsumsi di posko dapur umum korban banjir. Program ini berfokus pada kecepatan dan ketepatan distribusi makanan yang layak, higienis, dan bergizi. Mahasiswa terjun langsung ke dapur umum darurat untuk membantu menyiapkan makanan, mulai dari pengolahan bahan mentah hingga pengemasan.. Tim mahasiswa juga membantu mengelola logistik kebutuhan pokok, seperti beras, mi instan, dan air mineral. Mahasiswa berkolaborasi dengan tim relawan NJO (Non-Governmental Organization) untuk mendistribusikan makanan siap saji kepada pengungsi agar kebutuhan dasar mereka terpenuhi. Kegiatan ini bertujuan untuk meringankan beban warga terdampak banjir secara gotong royong
Kehadiran Mahasiswa secara bergantian untuk membantu dapur umum menyediakan makanan yang beroperasi setiap hari di sisa bangunan warga yang masih tersisa, dengan menyediakan layanan dapur umum dan fasilitas wifi untuk pendukung jika akan video call atau telponan dengan keluarganya.
Posko ini didirikan untuk memastikan para mahasiswa tetap mendapatkan dukungan selama masa sulit. Layanan makanan diberikan tiga kali sehari, yakni pukul 08.00 WIB untuk sarapan, pukul 12.00 WIB untuk makan siang, dan pukul 18.00 WIB untuk makan malam.
Layanan ini dapat membantu seluruh warga korban banjir agar dapat meringankan beban warga berdampak korban banjir yang telah kehilangan semua harta bendanya, inisiatif pembentukan posko ini terinspirasi dari gerakan kepedulian yang dilakukan oleh beberapa relawan yang ada baik dalam maupun luar negeri.
Kolaborasi yang sederhana dan nyata tapi manfaatnya akan terasa besar bagi masyarakat yang terdampak
“Semua masyarakat yang tidak bisa memasak dirumah karena rumahnya hilang dan hancur datang makan atau makan di Posko Dapur Umum desa Lubuk Sidup, penyediaan makanan siap saji tidak khusus untuk masyarakat Desa saja tapi juga disediakan bagi siapa saja yang ingin makan di dapur umum termasuk mahasiswa, relawan TNI dan umum.
Proses pembungkusan nasi dilakukan dengan cepat dan efisien agar bantuan dapat segera disalurkan ke lokasi-lokasi terdampak. Tim dapur umum bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk relawan dan instansi lainnya, untuk memastikan distribusi berjalan lancar.
Diharapkan dengan adanya bantuan ini, masyarakat yang terdampak dapat merasakan kehadiran pemerintah dalam situasi sulit. Pemerintahan Desa Lubuk Sidup terus berupaya memberikan dukungan terbaik bagi warganya, termasuk melalui penanganan darurat dan pemulihan pasca banjir.
Kegiatan sosial ini juga menjadi bukti nyata bahwa kebersamaan dan gotong royong menjadi kunci dalam menghadapi setiap tantangan, khususnya dalam situasi bencana seperti ini.||| Zul
Editor : Zul
Sumber : Leni Handayani (Dosen Fakultas Pertanian UMN Al-Washliyah)
