Today

Pemkab Tapanuli Utara Finalkan Data BNBA Kerusakan Rumah Akibat Bencana Hidrometeorologi 2025

Alfin Sirait

AKTUALONLINE.co.id – TAPUT ||| Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara memfinalkan data By Name By Address (BNBA) calon penerima bantuan rumah rusak akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi pada tahun 2025. Finalisasi data tersebut dilakukan melalui rapat koordinasi penetapan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2026.

Rapat koordinasi dipimpin langsung oleh Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si, dan dihadiri Direktur Sistem Penanggulangan Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo, Sekretaris Daerah Drs. Henry M.M. Sitompul, M.Si, pimpinan perangkat daerah, camat, serta kepala desa dari wilayah terdampak bencana. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Martua Kantor Bupati Tapanuli Utara, Tarutung, Kamis (29/1/2026).

Rapat tersebut juga dihadiri unsur Forkopimda, antara lain Kapolres Tapanuli Utara AKBP Ernis Sitinjak, S.H., S.I.K., Dandim 0210/TU yang diwakili Kasdim Mayor Arh A.S. Butarbutar, S.H., serta Kajari Tapanuli Utara yang diwakili Kasubsi Pertimbangan Candra Habeahan, S.H.

Dalam arahannya, Bupati Tapanuli Utara menekankan pentingnya kerja sama dan kolaborasi antara seluruh perangkat daerah, TNI-Polri, pemerintah kecamatan dan desa, serta seluruh pemangku kepentingan dalam percepatan penanganan pascabencana.

“Sejak penetapan status darurat bencana hingga masa transisi saat ini, kita terus bekerja sama dan berkolaborasi. Dalam rapat koordinasi bersama Bapak Gubernur dan para bupati/wali kota sebelumnya, Kabupaten Tapanuli Utara termasuk daerah yang paling cepat menanggapi data pertambahan dana tunggu hunian. Hal ini harus terus kita tingkatkan,” ujar Bupati.

Bupati juga menyampaikan bahwa saat ini Kabupaten Tapanuli Utara telah memasuki masa transisi pascabencana. Namun demikian, masih terdapat tujuh kepala keluarga yang masih tinggal di pengungsian, baik di gereja maupun tenda di Desa Sibalanga. Pemerintah daerah menargetkan agar para pengungsi tersebut segera dipindahkan ke hunian sementara (huntara).

READ  Pemkab Tapanuli Utara Gelar Temu Pers, Perkuat Transparansi dan Kemitraan dengan Media

“Kita targetkan huntara tersebut mulai difungsikan minggu depan. Harapannya, tidak ada lagi masyarakat yang tinggal di pengungsian,” tegasnya.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara telah memasuki tahapan verifikasi dan validasi data calon penerima bantuan rumah rusak, baik kategori rusak berat, rusak sedang, maupun rusak ringan. Seluruh data tersebut disusun berdasarkan sistem By Name By Address (BNBA) guna memastikan ketepatan sasaran penerima bantuan.

Bupati menegaskan bahwa bantuan dari pemerintah bersifat stimulan dan tidak menggantikan seluruh kerugian yang dialami masyarakat. Ia juga mengajak masyarakat untuk bergotong royong membersihkan puing-puing di lokasi terdampak bencana.

“Kita juga perlu mendata wilayah rawan bencana yang saat ini belum mengalami kerusakan tetapi memiliki potensi terdampak di masa mendatang. Selain itu, gotong royong pembersihan lokasi bencana harus segera dilaksanakan dengan dukungan alat berat agar lingkungan menjadi lebih aman dan nyaman,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Tapanuli Utara dalam laporannya menjelaskan bahwa data awal yang diterima dari pemerintah desa dan kecamatan mencapai 957 unit, termasuk lahan pertanian terdampak.

Dinas Perkim bersama tim teknis kemudian melakukan verifikasi dan validasi data selama satu minggu, serta uji publik selama tiga hari di 56 desa dengan menempelkan daftar nama hasil verifikasi dan validasi guna menerima masukan dari masyarakat.

Dalam proses tersebut ditemukan sejumlah data ganda, termasuk kesamaan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Oleh karena itu, dilakukan pencocokan dan pemutakhiran data melalui pemadanan dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) guna memastikan keakuratan data dan menghindari duplikasi.

“Berdasarkan hasil akhir verifikasi dan validasi bersama Disdukcapil, tercatat rumah rusak berat sebanyak 258 unit, rumah rusak sedang sebanyak 39 unit, dan rumah rusak ringan sebanyak 189 unit,” jelasnya.

READ  Sinergi Pemkab dan BPK RI, Pengelolaan Dana Desa di Tapanuli Utara Diperkuat

Rapat koordinasi tersebut kemudian ditutup dengan penandatanganan data BNBA calon penerima bantuan rumah rusak oleh Bupati Tapanuli Utara bersama unsur Forkopimda. Penandatanganan ini menjadi bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan transparansi, akuntabilitas, serta percepatan penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi. ||| Agus Juntak

Related Post