Today

‎SMKN 8 Medan Giatkan Pelajaran Agama Selama Ramadhan

Prase Tiyo

Para siswa ‎SMKN 8 Medan saat mengikuti materi fardhu kifayah terhadap orang meninggal. (Foto: Ist/Aktual Online)

 



‎AKTUALONLINE.co.id- Medan ||
‎Guna mendukung peningkatan iman dan taqwa, peningkatan kualitas sumberdaya peserta didik yang memiliki pendidikan karakter dan berakhlak mulia selama bulan Ramadhan, SMK Negeri 8 Medan menggiatkan pembelajaran keagamaan.

‎Kepala SMK Negeri 8 Medan Wilma Handayani melalui Wakasek Kurikulum Iin Aprinauli kepada media, Selasa (24/2/2026) mengatakan, pembelajaran keagamaan itu diberikan kepada siswa-siswi yang beragama Islam dan Kristen.

‎”Jadi kita buat pembelajaran keagamaan ini dibagi dua gelombang  untuk kelas 10 dimulai pada hari Senin dan hari Selasa. Untuk kelas kelas 11 di hari Rabu dan hari Kamis. Untuk Jumat nanti ada perlombaan yang menyangkut keagamaan dan diberikan hadiah bagi pemenang lomba tersebut,” ujarnya.

‎Dikatakan Iin bahwa untuk pembelajaran keagamaan untuk kelas 10 dan kelas 11 lingkup materinya  hampir sama. Kalau yang muslim belajar mengenai fardhu kifayah bagi mayat. Seperti bagaimana mensholatkan, memandikan, mengkhafani semuanya dipelajari untuk anak-anak.

‎”Kita buat pembagian-pembagiannya ada di beberapa tempat. Jadi untuk pembelajaran keagamaan ini akan selesainya sampai salat dzuhur dan menjelang waktu pulang sekolah,” terangnya.

‎Kegiatan pembelajaran ini nantinya juga akan difinalkan dalam semua perlombaan di hari Jumat. Adapun lomba yang digelar, lomba pidato ceramah menyangkut tentang kajian Islami, lomba puisi, lomba kaligrafi.

‎Iin menambahkan, bagi anak didik  beragama Kristen juga lomba-lomba kerohaniaan. Semua rangkaian lomba difokuskan di satu kelas dan lapangan sekolah. “Mereka mendapatkan pembelajaran agama sesuai materi-materi pendidikan agama,” tambahnya.

‎Tujuan kegiatan ini bagi anak-anak agar memahami dan mengaplikasikan ilmu agama itu dalam kehidupan sehari-hari sehingga mereka pasti akan melaksanakan di lingkungan sekitarnya.

‎”Bulan Ramadan 1447 H akan lebih bermakna. Semua siswa-siswi baik yang beragama Islam maupun yang beragama Kristen menjadi umat yang taat pada agamanya masing-masing,” terang Iin. || Marlan Pasaribu



‎Editor: Prasetiyo

READ  77 Tahun Merdeka, Banteng Muda Indonesia Sumut Ajak Pemuda Peka Sosial

Related Post