* ‘Edukasi dan Sosialisasi Bahaya Cemaran Bakteri Coliform Pada Saus Jajanan Makanan’
Dosen program studi sarjana Farmasi, Yayuk Putri Rahayu, S.Si., M.Si. bersama dengan dosen program studi lainnya dari Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah melaksanakan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) kepada Mitra yaitu Masyarakat di Desa Amplas Kecamatan Percut Sei Tuan,Kamis (15/1/2026),dengan judul “Edukasi dan Sosialisasi Bahaya Cemaran Bakteri Coliform Pada Saus Jajanan Makanan”.

Adapun kegiatan ini didampingi Edi Purwanto selaku Kepala Desa Amplas Kecamatan Percut Sei Tuan.
Kegiatan ini merupakan kontribusi dosen Farmasi UMN Al-Washliyah dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan serta hasil penelitian yang terintegrasi untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan, dan kesehatan kepada masyarakat.
Tim PKM yang diketuai oleh Yayuk Putri Rahayu, S.Si., M.Si. dengan anggota Sri Wahyuni, S.Si., M.Si., Dr. Ridwanto, S.Si., M.Si. dan apt. Haris Munandar Nasution, S.Farm., M.Si., serta melibatkan mahasiswa Fatta Dillah dan Adelia Nurliati Dalimunthe telah berjalan dengan lancar.
Tim PKM memberikan penyuluhan pengetahuan edukasi dan sosialisasi tentang bahaya cemaran bakteri Coliform pada saus jajanan makanan.
Beberapa jajanan makanan sering menggunakan saus sambal seperti telur gulung, bakso bakar, siomay, dimsum dan tempura. Banyak pedagang yang kurang memperhatikan penyajian dan cara pengolahan dagangannya, contohnya dengan melakukan pengenceran saus sambal dengan air yang kurang higienis atau kurang bersih sehingga dapat tercemar bakteri Coliform seperti E. coli. Bakteri golongan Coliform salah satu kelompok bakteri yang sering mengkontaminasi air.
Bakteri Coliform merupakan indikator kontaminasi bakteri patogen pada air yang dapat menyebabkan diare.
Permasalahan yang dihadapi adalah (1) Tingkat pengetahuan dan kesadaran pedagang yang masih kurang tentang pengolahan makanan yang higienis, dimana banyak ditemui pedagang yang melakukan pengenceran saus dengan air yang tidak terjamin kebersihannya sehingga menyebabkan makanan jajanan terkontaminasi oleh bakteri; (2) Tingkat pengetahuan dan kesadaran masyarakat yang masih kurang dalam memilih jajanan makanan yang higienis, sehingga dapat menyebabkan penyakit diare.
Adapun tujuan sosialisasi dan edukasi ini adalah (1) Memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat bahaya cemaran bakteri Coliform pada saus jajanan makanan; dan (2) Memberikan informasi tingkat kontaminasi bakteri yang ditemukan pada saus jajanan di sekitar salah satu sekolah SMK di kota Medan yang diukur berdasarkan metode Angka Lempeng Total (ALT), Most Probable Number (MPN) dan identifikasi bakteri E. coli.
Diketahui bahwa E. coli merupakan salah satu penyebab penyakit diare. Mayoritas penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri adalah diare, yang merupakan masalah kesehatan serius di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.
Menurut World Health Organization (WHO) sekitar 1,7 juta kematian per tahun disebabkan oleh air yang tidak aman untuk dikonsumsi. Kebanyakan dari kematian tersebut disebabkan oleh diare, dan 90% korban diare ini adalah anak-anak yang tinggal di negara-negara berkembang dengan fasilitas sanitasi dan air minum yang sangat terbatas. Adapun dampak akibat dari keracunan E. coli dapat mengakibatkan timbulnya infeksi penyakit seperti diare, mual, perut nyeri, muntah berlebihan, infeksi saluran kemih, dan meningitis neonatal.

Berdasarkan hasil penelitian yang terintegrasi yang telah dilakukan oleh dosen bersama dengan mahasiswa UMN Al-Washliyah dalam analisis cemaran bakteri Coliform pada saus jajanan di sekitar sekolah SMK di kota Medan, di mana dilakukan observasi cemaran bakteri Coliform pada saus jajanan di sekitar sekolah SMK untuk mengetahui apakah saus jajanan tersebut tercemar dan seberapa besar tingkat cemarannya, dan diperoleh hasil pengujian pada 5 (lima) sampel saus jajanan dinyatakan tidak layak dikonsumsi karena tidak memenuhi standar SNI No.7388:2009 dengan jumlah ALT (angka lempeng total) cemaran mikroba pada saus cabai diperoleh di atas 1×10^? CFU/g dan melebihi batas maksimum MPN (most probable number) Coliform pada saus cabai yaitu di atas > 100 koloni/g dan teridentifikasi sebagai E. coli.
Kesimpulan dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka bagi masyarakat yang berniat menikmati saus jajanan, disarankan agar (1) Pilih lokasi dan tempat pembelian yang memiliki sanitasi dan kebersihan yang baik untuk mengurangi risiko kemungkinan terkontaminasi oleh bakteri; (2) Pilih pedagang yang mengolah dan menyajikan makanan secara higienis; (3) Tidak mencampur saus dengan air yang tidak higienis; dan (4) Pilih saus dalam kemasan bermerek yang sudah terstandarisasi BPOM. Sehingga konsumen diharapkan lebih teliti dalam memilih saus jajanan yang di jual di pinggir jalan, begitu pula dengan pedagang agar lebih berhati-hati dalam menangani dagangannya.
Manfaat dan hasil yang diperoleh dari kegiatan penyuluhan pengabdian masyarakat ini adalah (1) Meningkatnya pengetahuan masyarakat akan pentingnya memilih saus jajanan makanan yang bersih dan higienis; (2) Meningkatnya motivasi masyarakat untuk mengonsumsi jajanan makanan yang bersih dan sehat; (3) Meningkatnya kesehatan masyarakat melalui jajanan makanan yang baik, bersih, bergizi, dan sehat; (4) Menurunkan jumlah penderita keracunan akibat mengonsumsi jajanan makanan yang kurang higienis di kalangan masyarakat; dan (5) Meningkatkan keterampilan serta minat berwirausaha pada masyarakat dalam membuat dan menyajikan berbagai macam saus jajanan makanan yang bersih dan sehat sesuai standar SNI sehingga menyenangkan dan aman untuk dikonsumsi.
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini merupakan salah satu bagian dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) pada tahun 2015 sebagai agenda global untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan hingga tahun 2030. SDGs merupakan komitmen universal dunia untuk melindungi bumi dan memastikan semua orang menikmati kedamaian dan kesejahteraan.
Integrasi kegiatan PKM ini dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) adalah (1) SDGs-3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera/ Good Health and Well-Being) berfokus meningkatkan kesehatan masyarakat dan kesejahteraan secara keseluruhan, dimulai dari penguatan sistem kesehatan, penurunan angka kematian, dan pengendalian penyebaran penyakit menular, serta peningkatan akses terhadap pelayanan kesehatan terjangkau, sehingga memastikan kehidupan secara sehat dan mendukung kesejahteraan bagi semua di segala usia; (2) SDGs-4 (Pendidikan Berkualitas/ Quality Education) berfokus menyediakan akses pendidikan yang inklusif, adil, dan berkualitas bagi semua orang, dengan upaya peningkatan kualitas dan penjaminan mutu pendidikan hingga pemberdayaan tenaga pengajar sehingga dapat mendukung kesempatan belajar sepanjang hayat bagi semua orang; dan (3) SDGs-12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab/ Responsible Consumption and Production) berfokus praktik produksi dan konsumsi makanan yang aman dari mikroba dapat mengurangi limbah kerusakan makanan akibat kontaminasi mikroba, mendorong penggunaan sumber daya yang efisien, seperti air dan energi, serta kesadaran masyarakat tentang pentingnya makanan bebas mikroba untuk mendorong permintaan akan produk pangan yang aman dan berkelanjutan. Sehingga Tujuan Pembangunan Berkelanjutan pada Pengabdian ini adalah ‘Sosialisasi Pengetahuan Bahaya Cemaran Bakteri pada Saus Jajanan diharapkan dapat mendorong produksi dan konsumsi pangan yang lebih aman dan bertanggung jawab, melindungi bumi, meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan, meningkatkan kualitas dan penjaminan mutu pendidikan yang inklusif, serta mendorong permintaan akan produk pangan yang aman bebas kontaminasi mikroba untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan hingga tahun 2030’.
Tim PKM juga menyampaikan bahwa mengonsumsi makanan haruslah ‘halalan thayyiban’. Halal (diperbolehkan menurut syariat Islam) dan Thayyib (baik, bersih, sehat, bergizi, berkualitas, dan bermanfaat). Sehingga konsep ini menekankan bahwa umat Islam tidak cukup hanya mengonsumsi makanan yang ‘halal’ saja dari sisi aturan agama, tetapi juga harus memastikan ‘kebaikannya’ dari segi kebersihan, kesehatan, bergizi, berkualitas, layak dan aman dikonsumsi dalam artian tidak menimbulkan sakit sehingga bermanfaat bagi individu serta lingkungan.
Tim PKM mengucapkan terima kasih kepada kepala desa, perangkat desa, masyarakat, dan seluruh pihak yang telah membantu sehingga pengabdian masyarakat berjalan dengan lancar, atas dukungan moral dan spiritual sehingga acara pengabdian ini dapat terselenggara dengan baik, dan semoga dapat berkelanjutan ke depannya. *
(Ketua tim PKM, Yayuk Putri Rahayu, S.Si., M.Si)




