Today

Polres Tebing Tinggi Nyatakan Tajam ke Atas Tajam ke Bawah, Jauli Manalu: Bongak Aja

Kolase foto Kapolres Tebing Tinggi AKBP Simon Paulus Sinulingga dan Praktisi Hukum Jauli Manalu. (Foto: Ist/Aktual Online)

 

 

AKTUALONLINE.co.id – Tebing Tinggi || Meski telah ketahuan tebang pilih dalam penegakan hukum, Kapolres Tebing Tinggi AKBP Simon Paulus Sinulingga melalui Kasi Humas AKP Mulyono masih mampu menokohi masyarakat dengan pernyataan soal implementasi hukum yang mereka jalankan tajam ke atas tajam ke bawah.

“Ini tugas kami melayani abang, ikhlas karena Allah. Profesional transparan, tajam ke atas, tajam ke bawah,” ungkap Kasi Humas Polres Tebing AKP Mulyono mewakili Kapolres Tebing Tinggi AKBP Simon Paulus Sinulingga yang berondok beralibi banyak kerja di ruangan 20 Mei 2025 silam.

Namun faktanya, Polres Tebing Tinggi malah memilah-milah tersangka atau DPO untuk ditangkap. Hal ini dibuktikan dengan dibiarkannya DPO Christoph Munthe berkeliaran bebas, bahkan dihormati dan difasilitasi saat keluar masuk kantor polisi guna membuat SKCK hingga akhirnya terpilih mejadi anggota dewan.

Polres Tebing Tinggi juga merancang skenario permohonan restorative justice guna melindungi DPO Christoph Munthe. Sayangnya, PT. KAI menolak. Meski begitu polisi tetap tunduk ke sang buronan yang dibuktikan surat pemanggilan resmi untuk DPO Christoph Munthe untuk datang dan diperiksa.

Di sisi lain, Polres Tebing Tinggi melakukan penangkapan terhadap DPO Yuliansi Lubis dalam kasus cakar-cakaran. Bahkan polisi melakukan penggeledahan rumah Yessi Febrina Lubis, sang kakak tanpa mengantongi surat penggeledahan dari pengadilan.

Hasilnya, ternyata dugaan polisi soal adanya DPO yang bersembunyi di rumah Yessi Febrina Lubis salah. Yuliansi tidak bersembunyi di sana. Itupun, polisi telah melakukan tindakan ilegal lainnya dengan mengikutsertakan pelapor Astrima Riris Manullang melakukan penggeledahan.

Yuliansi Lubis berhasil ditangkap ditempat berbeda pada malam hari. Bahkan, anak dari Yuliansi Lubis terpaksa ikut diboyong ke Polres Tebing Tinggi karena masih masa menyusui.

READ  Propaganda PUD Pasar Medan Gagal, Pedagang Pusat Pasar Tetap Turun ke Jalan Tuntut Plt Dirut dan Dirop Dicopot

Atas dua insiden yang mencoreng nama baik kepolisian di Polres Tebing Tinggi tersebut, Praktisi Hukum Jauli Manalu menegaskan bahwa penegakan hukum tajam ke atas tajam ke bawah seperti disampaikan Kapolres Tebing Tinggi AKBP Simon Paulus Sinulingga melalui Kasi Humas AKP Mulyono adalah bongak (red. bohong) belaka.

“Kebanyakan bongak Kapolres sama kasi humas. Kayak gitulah kalau taunya haus pencitraan. Akhirnya waktu yang menjawab. Terbuka fakta bahwa di Polres Tebing Tinggi sedang tidak baik-baik saja,” cecar Jauli Manalu, Selasa (27/5/2025) siang.

Untuk memperbaiki kesalahan ini, Jauli Manalu menyarankan agar Kapolres Tebing Tinggi AKBP Simon Paulus Sinulingga terbuka dan cepat menangkap DPO Christoph Munthe serta melimpahkan berkas perkaranya yang cukup bukti berupa kesaksian dalam hasil 3 putusan pengadilan dan surat DPO yang diterbitkan polisi.

Hal ini tidak akan berat dilakukan, jika Kapolres AKBP Simon Paulus Sinulingga atau jajarannya tidak ada menerima sesuatu maupun terikat perjanjian khusus.

Hingga berita ini diterbitkan, Kapolres Tebing Tinggi AKBP Simon Paulus Sinulingga dan Kasi Humas AKP Mulyono bungkam dari konfirmasi soal adanya perlakuan khusus yang diberikan polisi terhadap DPO Christoph Munthe.|| Prasetiyo

Related Post