20.2 C
Indonesia
Sabtu, 2 Mei 2026

Teror untuk Ketua Karang Taruna Medan Yopie Batubara Berujung di Polda Sumut

Berita Terbaru

Ketua Karang Taruna Medan Yopie Hari Irwansyah Batubara. (Foto: Ist/Aktual Online)

AKTUALONLINE.co.id – Medan || Sebuah video viral seorang pengacara bernama Parlindungan Siahaan yang juga dimuat dalam berita media online soal penggerudukan rumah dan tudingan penggelapan uang Rp27 miliar, langsung mendapat perlawanan serius dari Ketua Karang Taruna Medan Yopie Hari Irwansyah Batubara karena dianggap sebagai teror dan pencemaran nama baiknya.

Yopie Hari Irwansyah, Minggu (30/1/2025) kemarin bersama pengacaranya mendatangi Polda Sumut membuat laporan kejadian yang telah mengganggu dan intimidasi keluarganya secara berulang kali.

“Pengacara PS ini sering datang, sering meneror lewat telepon, bahkan semua orang diteror, seolah-olah klien kami melakukan kejahatan. Silakan faktakan kejahatannya jangan meneror, itu bukan kerjaan pengacara. Kita laporkan pengacara ini karena kita duga dialah yang meminta video ini untuk disebarkan,” ungkap Yopie Hari Irwansyah Batubara melalui Kuasa Hukumnya Dedi Suheri kepada Aktual Online melalui pesan WhatsApp.

Karena tudingan negatif soal penggelapan uang Rp27 miliar serta penggerudukan rumah disebarkan lewat media sosial, Yopie Hari Irwansyah Batubara turut melaporkan beberapa media sosial yang ikut menyebarkan aktivitas oknum pengacara Parlindungan Siahaan tanpa melakukan kroscek kebenaran kepadanya.

Diketahui, beberapa hari belakangan ini Yopie Hari Irwansyah Batubara mendadak viral karena video viral di media sosial dan juga dimuat dalam pemberitaan media online soal tindakan oknum pengacara Parlindungan Siahaan yang mendatangi rumah Yopie Batubara bersama warga menuding penggelapan uang oleh Ketua Karang Taruna Medan.

Menurut Yopie Hari Irwansyah Batubara, ternyata Parlindungan Siahaan tidak hanya kali itu saja membuat tindakan di luar batas, namun telah berulang kali tanpa pernah mengungkap fakta di jalur hukum.|| Prasetiyo

Baca Selanjutnya

Berita lainnya