AKTUALONLINE.co.id – Deli Serdang || Peristiwa ‘matinya’ belasan rekanan yang bekerjasama dalam ikatan kontrak dengan Pemkab Deli Serdang mestinya tidak pernah dilupakan dari ingatan para pemborong, maupun keluarga yang telah ditinggalkan.
Kurang lebih 12 tahun lalu. Saat itu Deli Serdang dipimpin oleh Alm. Amri Tambunan banyak melakukan pembangunan fisik untuk menampakkan eksistensinya sebagai Bupati.
Ada banyak rekanan yang dipakai untuk mengerjakan swakelola dengan iming-iming akan dibayar setelah pekerjaan selesai. Tentu saja, di penghujung jabatannya itu, ayah dari Asriluddin Tambunan menjadi pimpinan paling disayang masyarakat.
Sayangnya, kesepakatan kerja hanya menciptakan nama bagi dan cuan bagi Alm Amri Tambunan, karena dianggap masyarakat telah berhasil menjalankan pembangunan.
Rekanan yang telah memberikan setoran, mengeluarkan modal dengan cara pinjam ke bank maupun rentenir hanya kebagian tugas baru, yaitu mengejar-ngejar Pemkab, khususnya Dinas PU Bina Marga agar pembayaran mereka segera dicairkan.
Namun, semakin hari, usaha itu hanya sia-sia. Amri Tambunan telah tiada, modus pekerjaan yang sama juga turun ke adik kandungnya Anshari Tambunan saat menduduki tahta Deli Serdang.
“Dampak perbuatan bupati Deli Serdang yang saat itu di jabat almarhum Amri tambunan yang tak lain merupakan ayah kandung Asriluddin Tambunan yang kini terpilih menjadi bupati Deli Serdang 2025 hingga 2029. Para rekanan korban proyek yang ditembak alias tak dibayar mengakibatkan para rekanan jatuh miskin karena utang dan ada pula stres akibat utang menumpuk di bank sehingga menyebabkan sakit dan akhirnya meninggal karena harta mereka dirampas akibat utang,” ungkapnya RH, Kamis (6/2/2025) kemarin.
Diungkitnya, cerita proyek swakelola Alm Amri Tambunan yang terkenal dengan nama gerakan Deli Serdang membangun (GDSM) memang tampak berhasil. Namun, kisah macetnya pembayaran ini sering dianggap seperti sebuah mitos, karena korbannya adalah para pemborong.
“Sudah 12 tahun yang lalu kasus swakelola yang menewaskan para rekanan tak kunjung di bayar alias di tembak dampaknya para ahli waris para rekanan hingga kini tak terima atas kejadian ini. Ini aneh benar negara yang di wakili pemkab Deli Serdang tega membunuh warganya demi mencari kekayaan akibatnya kami jatuh miskin,” bebernya.
Rekanan maupun keluarga korban terus melakukan aksi berjilid-jilid. Namun, tetap saja tagihan yang mereka minta tidak diselesaikan.
Terekam dalam catatan, Alm Amri Tambunan menjabat 2 periode dia itu meninggalkan utang 175 milyar. Penerusnya adalah sang adik kandung, Azhari Tambunan meninggalkan utang 225 M.
Kini Deli Serdang kembali dipimpin Asriludin Tambunan yang tak lain anak kandung alm Amri Tambunan yang memiliki rekam jejak terkait korupsi dana BOK dan Covid 19. Akankah serupa.|| Gom




