22.9 C
Indonesia
Kamis, 7 Mei 2026

Peran Koperasi Usaha Tani dalam Meningkatkan Hasil Pertanian di Desa Binjai Bakung

Berita Terbaru

Dosen Fakultas Pertanian Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah berkolaborasi dengan Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis dan Fakultas Hukum melaksanakan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) kepada Mitra Desa Binjai Bakung Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang, Selasa, 10 Desember 2024 dengan judul “Peran Koperasi Usahatani Dalam Meningkatkan Hasil Pertanian Di Desa Binjai Bakung Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang” Kegiatan ini merupakan kontribusi dosen Prodi Agribisnis yang berkolaborasi dengan dosen di lingkungan UMN Al-Washliyah dalam mengimplementasikan dan mengembangkan ilmu pengetahuan serta hasil penelitian yang terintegrasi untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan, dan kemandirian kepada masyarakat desa.

Tim PKM yang diketuai oleh Dr. Leni Handayani, SP, MSi dan Sri Wahyuni, S.Si, MSi dari Fakultas Pertanian serta kolaborasi Tim Fakultas Ekonomi dan Bisnis : Suhaila Husna Samosir, SE, MM, Shita Tiara, SE, Ak, M.Si, Ova Novi Irama, SE, M.Ak. Tim Fakultas Hukum : Hj Adawiyah Nasution, SH, M.Kn dan Hj. Mahzaniar, SH, MH serta melibatkan mahasiswa UMN Al-Washliyah dan Alhamdulilah, telah berjalan dengan lancar.

Tim PKM memberikan penyuluhan pengetahuan edukasi dan sosialisasi tentang Peran Koperasi Usahatani Dalam Meningkatkan Hasil Pertanian. Fokus Pengabdian ini adalah bahwa koperasi pertanian perluh diberdayakan dengan menjadikannya sebagai wahana ekonorni keluarga bagi masyarakat.

PEMAPARAN: Ketua Tim PKM, Dr. Leni Handayani, SP, MSi memaparkan materi Peran Koperasi Usahatani Dalam Meningkatkan Hasil Pertanian Di Desa Binjai Bakung Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang. (Foto/Ist)

Untuk itu perluh terbentuknya koperasi pertanian yang sehat dengan melengkapi segala bentuk persyaratan dan penataan administrasi dan keuangan, serta menyediakan unit usaha bidang pertanian Selanjutnya menjadikan koperasi pertanian menjadi wahana ekonomi masyarakat dengan mengupayakan koperasi pertanian terbentuk dan menjadi wadah yang sangat membantu petani dalam penyediaan modal dan penyaluran hasil pertanian dengan harga yang wajar: Unit Usaha Waserda dan unit usaha lainnya yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dalam rangka menunjang perbaikan ekonomi masyarakat desa khususnya desa Binjai Bakung dan harus melakukan perbaikan-perbaikan sistem pengelolaan administrasi koperasi pertanian yang akan dibentuk sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku.

FOTO BERSAMA: Tim Pengabdian Masyarakat Desa Binjai Bakung Kecamatan Pantai Labu. (Foto/Ist)

Kondisi perekonomian warga Desa Binjai Bakung Kecmatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang belum dapat dikatakan stabil, dikarenakan pertumbuhan ekonomi yang tidak merata, rendahnya kualitas sumber daya manusia serta minimnya pengetahuan masyarakat Desa Binjai Bakung tentang ekonomi. Mayoritas penduduk Desa Binjai Bakung adalah petani dan peternak. Masyarakat Desa Binjai Bakung menentukan untung rugi hanya sebatas sebesar kelebihan atau kekurangan modal yang dikeluarkan. Sosialisasi dilakukan kepada masayarakat petani yang berkeinginan membuka koperasi pertanian di desanya dan memberi gambaran terkait pengembangan usaha koperasi pertanian kedepan, meningkatkan peran koperasi simpan pinjam sehingga dapat meningkatkan perekonomian para anggota koperasi nantinya. Metode pelaksanaan program sosialisasi dan penyuluhan terkait koperasi pertanian adalah dengan mengadakan seminar di Desa Binjai Bakung dimana di dalam seminar tersebut terdapat sesi penyampaian materi dan sesi tanya jawab antara pemateri dan audien

Hasil survei di lapangan ditemukan bahwa Desa Binjai Bakung tidak memiliki koperasi pertanian, Dari sisi manejemen, kelemahan koperasi di pedesaan antara lain: 1) pada penentuan kepengurusan dan manajemen koperasi masih dipengaruhi oleh rasa tenggang rasa sesama masyarakat bukan didasarkan pada kualitas kepemimpinan dan kewirausahaan; 2) budaya manajemen masih bersifat feodalistik paternalistik (pengawasan belum berfungsi). Ini disebabkan karena terbatasnya kualitas sumberdaya manusia yang dimiliki (khususnya untuk level manajemen). Masih lemahnya jiwa kewirausahaan dan rendahnya tingkat pendidikan pengurus; 3) anggota koperasi di pedesaan pada umumnya sangat heterogen, baik dari sisi budaya, pendidikan, maupun lingkungan sosial ekonominya; 4) usaha yang dilakukan tidak fokus, sehingga tingkat profitabilitas koperasi masih rendah. Akibatnya pengembangan aset koperasi sangat lambat dan koperasi sulit untuk berkembang; 5) masih rendahnya kualitas pelayanan koperasi terhadap anggota maupun non anggota. Ini berakibat rendahnya partisipasi anggota terhadap usaha koperasi; 6) masih lemahnya sistem informasi di tingkat koperasi, terutama informasi harga terhadap komoditas pertanian sehingga akses pasar produk pertanian dan produklainnya masih relatif sempit; 7) belum berperannya koperasi sebagai penyalur sarana produksi pertanian di pedesaan dan sebagai penampung hasil produksi pertanian.

Pendampingan merupakan kegiatan yang ditujukan kepada anggota koperasi yang telah memiliki kegiatan atau usaha/UMKM, tetapi masih perluh dibina untuk meningkatkan kapasitas mereka. Dengan adanya pendampingan kepada pihak mitra akan sangat membantu mitra untuk mengembangkan kemampuan dan meningkatkan pengetahuan. Jadi dengan adanya pembinaan akan membantu mitra untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi, mengembangkankan koperasi merupakan upaya pengembangan ekonomi kerakyatan.

Kegiatan pendampingan dilakukan agar mitra lebih memahami apa yang sudah dijelaskan saat pelatihan. Pendampingan dilakukan beberapa sekali sampai pengurus dianggap memahami meskipun ada beberapa kendala dalam pelaksanaan yaitu disebabkan waktu dan sumber daya yang terbatas. Kegiatan pendampingan dilakukan untuk meningkatkan pemberdayaan terhadap seluruh anggota koperasi mulai dari peningkatan jiwa kewirausahaan, pelatihan pemanfaatan teknologi informasi, sistem manajemen dan pengelolaan yang efektif, membangun jaringan bisnis, pengelolaan struktur organisasi serta pelatihan lainnya dan yang menjadi kelemahan koperasi wanita adalah penguasaan dan adopsi teknologi yang rendah.. Evaluasi kegiatan dilakukan guna mengetahui peningkatan keterampilan pengurus dan anggota koperasi terkait materi sosialisasi dan pelatihan yang telah dilaksanakan. Hasil evaluasi dilakukan oleh tim pengabdi secara berkala sebulan sekali setelah dilakukan kegiatan.

Keberlanjutan program sangat memungkinkan untuk dilakukan, dengan adanya program berkelanjutan diharapkan mitra usaha mendapatkan pendampingan secara maksimal dari tim pengabdi agar permasalahan yang ada dapat teratasi dengan baik dan mitra usaha mempunyai peluang untuk berkembang dan maju demi kesejahteraan dan peningkatan ekonomi anggota koperasi, disamping itu, pengurus koperasi wanita telah memahami pembuatan laporan keuangan koperasi yang menjadi laporan pertanggungjawaban pengurus ke anggota dalam Rapat Anggota Tahunan/RAT. Hal yang terpenting adalah terjalinnya kerjasama dan komunikasi yang baik antara tim pengabdi dari UMN Al-Washliyah dengan mitra usaha dalam hal ini Koperasi Pertanian Desa Binjai Bakung.

Hingga saat ini, potensi dan alternatif untuk memecahkan permasalahan di atas tetap ada, pendampingan yang telah ada adalah pelatihan termasuk hard skill dan soft skill. Padahal, tahapan pendampingan merupakan suatu hal dasar yang tidak bisa di lompati. Sebaik apapun program pelatihan kerja yang dimiliki koperasi tidak akan berarti bagi banyak anggota koperasi jika belum adanya pendampingan dengan tim ahli manajemen koperasi. Bentuk penyelesaian permasalahan pendampingan ialah dengan pelatihan secara berkelanjutan kepada anggota koperasi. Faktanya pendekatan cara ini sebenarnya merupakan salah satu solusi tetapi tidak dapat digeneralisasi untuk semua koperasi dan tidak cukup untuk menghapus seluruh permasalahan pendampingan dikarenakan secara psikologis koperasi yang ada tidak semuanya ingin memperbaiki diri dan kehidupan di masa mendatan.

FOTO KEGIATAN: Pembukaan Kegiatan Pengabdian Masyarakat Desa Binjai Bakung. (Foto/Ist)

Tim PKM juga menyampaikan bahwa program ini dirancang berdasarkan permasalahan diatas dan Renstra LPIM Universitas Muslim Nusantara Al-washliyah Medan berkaitan dengan bidang pusat studi ekonomi pertanian dengan pengkajian tentang pemberdayaan masyarakat melalui wirausaha yang menumbuhkan UMKM dengan berbasis teknologi dan Marketing digital

Kedepannya tim PKM berharap bisa menjalin kerjasama antara mitra Desa Binjai Bakunv dengan Prodi Agribisnis UMN Al-Washliyah untuk dapat berkolaborasi dengan dosen & mahasiswa agar dapat meningkatkan peran koperasi pertanian di masyarakat desa

Kepala Desa Binjai Bakung Bapak Topan AMK,SE yang di wakili Kepala Urusan Pemerintahan Bapak Awaluddin menyambut baik kegiatan PKM ini, untuk meningkatkan pengetahuan dan jiwa wirausaha masyarakat di Desa Binjai Bakung Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang, dan berharap agar kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat dilaksanakan lagi berkelanjutan di tempat ini pada periode selanjutnya.

Sebagai penutup, tim PKM mengucapkan terima kasih kepada Ketua LPPI Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah, Kepala Desa Binjai Bakung dan segenap Aparatur Desa, Mitra Peserta PKM dan seluruh pihak yang telah membantu sehingga pengabdian masyarakat berjalan dengan lancar, atas dukungan moral dan spiritual sehingga acara pengabdian ini dapat terselenggara dengan baik, dan semoga dapat berkelanjutan ke depannya. (***)

Baca Selanjutnya

Berita lainnya