Today

Kejaksaan Negeri Aceh Singkil Gelar Upacara Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia 2024

Alfin Sirait

AKTUALONLINE.co.id ACEH SINGKIL ||| Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Singkil, Bapak Muhammad Junaidi, S.H., M.H., memimpin upacara Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) Tahun 2024 pada Senin (9/12/2024) di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Aceh Singkil. Upacara ini mengusung tema “BERSAMA MELAWAN KORUPSI UNTUK INDONESIA MAJU” dan diikuti oleh jajaran pegawai Kejaksaan serta masyarakat setempat.

Dalam upacara tersebut, Muhammad Junaidi menyampaikan amanat Jaksa Agung Republik Indonesia, Bapak ST Burhanuddin, diantaranya :

  • Semangat untuk menjadikan gerakan bangsa anti korupsi bukanlah suatu kebijakan yang lahir dari basabasi belaka, namun berasal dari alasan mendasar bahwa terdapat situasi yang memprihatinkan dari negara-negara di dunia karena masifnya perilaku koruptif yang
  • Pada akhir Januari tahun 2024, Transparency International merilis pencapaian Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi (IPK) dengan skor stagnan di angka 34 dan peringkatnya pun merosot dari 110 menjadi 115 di dunia. Fakta tersebut membuktikan bahwa berbagai tindak pidana korupsi di Indonesia telah mengganggustabilitas pembangunan sosial, perekonomian negara, dan juga politik negara, dalam upaya mewujudkanmasyarakat adil dan makmur
  • Sebagai upaya bersama dalam memerangi dan memberantas praktik kejahatan korupsi yang kian berkembang, pemerintah bersama dengan legislator telah bersinergi memberikan penguatan kelembagaan kepada kita dengan diundangkannya undang-undang Kejaksaan terbaru, serta saat ini adanya eksistensi Badan Pemulihan Aset yang akan mendukung optimalisasi pelaksanaan tugas dan fungsi Kejaksaan khususnya dalam hal pemulihan aset dari tindak pidana korupsi. Melalui penguatan-penguatan tersebut, saya yakin dan percaya institusi Kejaksaan mampu menjadi pionir dalam penegakan hukum untuk senantiasa proaktif dan responsif untuk memastikan dilakukannya berbagai upaya yang terukur, cerdas, berkualitas, berintegritas, dan tuntas, yang dapat mengakselerasi kerja-kerja pencegahan dan pemberantasan korupsi, guna menekan laju praktik koruptif, serta meminimalisir dampak merugikan dan merusak yang
  • Saya tegaskan bahwa penegakan hukum yang dilakukan secara sistemik, holistik, dan integratif sangat diperlukan dalam pemberantasan tindak pidana korupsi yang mana kolaborasi, sinergi, dan keterpaduan antara proses pencegahan dan penindakan sebagai bagian dari mata rantai yang tidak terpisahkan, tidak saling meniadakan, dan saling
  • Ingat bahwa yang kita tangani adalah kejahatan kerah putih (white collar crime), para koruptor akan selalu berusaha untuk mencari celah dan meloloskan diri dari jerat hukum, yang salah satunya dilakukan dengan cara memanfaatkan rendahnya integritas aparat penegak Dengan demikian, penting bagi kita untuk mengingat kembali dan senantiasa memegang teguh sumpah jabatan yang telah diucapkan untuk dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, sehingga pada gilirannya akan menciptakan citra diripositif yang diharapkan akan membawa kebaikan untuk menyebarkan tumbuh kembangnya budaya dan perilaku anti korupsi di masyarakat, sekaligus menjadi ancaman dan mempersempit ruang gerak bagi siapa-pun yang ingin melakukan praktik korupsi.
  • Saya tidak pernah menoleransi setiap bentuk tindakan tercela maupun penyimpangan- penyimpangan yang dilakukan. Saya ingin Kejaksaan hadir di masyarakat sebagai teladan serta figur yang memiliki konsistensi serta integritas yang mumpuni dalam proses pemberantasan
READ  Puluhan Nakes Aceh Singkil Gelar Aksi Unjuk Rasa di Kantor DPRK Aceh Singkil

Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 09.00 WIB ini berjalan aman dan lancar, meninggalkan pesan kuat tentang pentingnya sinergi dalam memberantas korupsi demi mewujudkan Indonesia yang bersih dan maju. ||| Gunawan

Related Post