Today

Kemajuan Artificial Intelligence dalam Identifikasi Wajah

Prase Tiyo

AKTUALONLINE.co.id – Perspektif || Terobosan teknologi dalam bidang image-processing saat ini yakni ketika sebuah image wajah seseorang bisa dimanipulasi dalam segi umur, kecantikan, kemulusan bahkan memodifikasi menjadi wajah orang lain. Pada bidang digital, sebuah data dapat begitu mudah direkayasa sesuai kebutuhan, oleh sebab representasi data dinyatakan dalam kode-kode yang disebut binary-digit (bit). 

Untuk sebuah data digital tersebut yang direpresentasikan dalam bentuk bit bit ini bisa digantikan dengan bit lain sesuai dengan model yang telah ditentukan. Misalkan seperti ditunjukkan pada Gambar 1, area gelap pada gambar bisa ditransisikan menjadi terang. Hal ini karena bidang data digital dalam bentuk gambar dipetakan dalam ruang-dimensi baris, kolom atau lebih sederhananya diistilahkan dengan kotak-kotak kecil. Area kotak-kotak kecil ini disebut dengan pixel.

Gambar 1. Transisi ruang-cerah (brightness) pada sebuah sample gambar

Semakin isi kotak (sebesar 1 pixel) ini dapat menampung jumlah bit yang banyak, maka citra yang dihasilkan dalam sekian jumlah kombinasi warna adalah semakin bagus mendekati tampilan wujud realistisnya.

Sungguh realistis apabila kapasitas storage atau media penyimpanan eksternal file komputer semakin besar dibutuhkan untuk menampung jenis-jenis file multimedia gambar ini. Lebih jelas terlihat pada Gambar 4, bagaimana transisi warna dari terang menuju gelap atau sebaliknya.

Gambar wajah seseorang, hampir setiap manusia; memiliki pola. Dan pola wajah seseorang adalah bersifat generatif yakni mengikuti garis keturunan dari kedua orangtua. Umumnya pola sebuah wajah seseorang yakni manusia umumnya terbagi atas: proporsi wajah, bentuk wajah, fitur wajah, garis wajah, dan simetri wajah.

Dalam bidang ilmu komputer, khususnya sistem digital bahwa sesuatu yang terpola mudah untuk dimanipulasi. Seperti ditunjukkan pada Gambar 2, dan 3 bahwa permukaan wajah seseorang dapat dipetakan dalam beberapa regional dan titik koordinat.

READ  Tidak Ada yang Sakti, 'Anak Emas' BN Pun Terjerat OTT KPK

Bidang Artificial Intelligence merupakan salah pencabangan keilmuan dalam bidang ilmu komputer dan digital yang di dalamnya membahas perihal kajian algoritma tingkat lanjut yang dapat digunakan untuk kasus-kasus spesifik, dan kompleks. Salah satunya kemampuan untuk mengidentifikasi wajah seseorang.

Misalkan untuk kasus cekal-tangkal seseorang bila bepergian ke luar-negeri, pencarian buronan, atau proses validasi/verifikasi untuk tujuan registrasi kebutuhan open-access sebuah akun-personal.

Gambar 2. Pola gambar pada wajah seseorang

Algoritma Artificial Intelligence diterapkan untuk mengidentifikasi wajah seseorang dengan mengambil sampling koordinat kunci dari sebaran titik-titik koordinat pada wajah tersebut. Diperlihatkan pada Gambar 2, dan Gambar 3 titik-titik koordinat sampling yang bisa diambil; umumya secara proporsional, seperti model geometri.

Model-model geometri sangat umum digunakan untuk mengambil pola sebaran titik-titik koordinat sampling wajah, seperti: lingkaran, segitiga, elips, segi empat.

Gambar 3. Pola area bidang pada wajah seseorang

Dengan kaidah yang sama, sebuah algoritma Artificial Intelligence juga bisa dibangun untuk memperjelas hasil cuplikan closed circuit television (CCTV) pada sebuah kejadian. Kadangkala akibat ruang yang di-shoot untuk di-capture oleh CCTV tidak cukup pencahayaan atau oleh sebab kualitas alat dari CCTV menyebabkan kemampuan untuk menangkap gambar bergerak menghasilkan kondisi buram atau blur bahkan pecah.

Oleh sebab data video merupakan embedded dari data multimedia jenis gambar dan suara, maka dengan penerapan fungsi-fungsi transformasi matematika gambar atau suara tersebut dapat ditingkatkan kualitasnya agar data multimedia menjadi lebih jelas dan jernih. Kaidah-kaidah metode improvement ini juga dikenal dan merupakan bagian dari bidang forensik digital.

Teknologi image-processing berbasiskan teknik dan algoritma Artificial Intelligence sudah banyak membantu investigasi berbagai kasus yang rumit; juga banyak dimanfaatkan dalam mendukung kegiatan bisnis perusahaan dan organisasi. || S.N.M.P. Simamora (*Penulis adalah Dosen Institut Digital Ekonomi LPKIA Bandung)

Editor: Prasetiyo

READ  Penegak Hukum Kok 'Ngeyel'

Related Post