Today

Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Aceh Singkil Gelar Pelatihan Pemanfaatan Limbah Kulit Lokan Nipah

Alfin Sirait

AKTUALONLINE.co.id ACEH SINGKIL ||| Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop) Kabupaten Aceh Singkil menyelenggarakan pelatihan pemanfaatan limbah kulit lokan nipah (Kerang Sungai) yang selama ini tidak banyak dimanfaatkan. Pelatihan ini dihadiri oleh peserta dari berbagai desa, termasuk Siti Ambia, Teluk Ambun, dan Selok Aceh, Kecamatan Singkil.

Mahlim Dewa, Kepala Dinas Perindagkop dan UKM mengatakan pelatihan ini berlangsung selama 5 hari, mulai dari tanggal 3-7 September. Dan bertujuan untuk memajukan perekonomian masyarakat.

“Acara dari hari selasa di buka di Oproom kantor Bupati, dan di tutup di Dinas kita ini ya. Salah satu tujuan dari kegiatan ini ialah untuk memajukan ekonomi di bidang industri,”sebut Mahlim Dewa kepada wartawan Aktual Online co id, Sabtu 7 September 2024 di kantornya.

Sementara itu, Rasidah (63), seorang pelatih dari Tapaktuan, Aceh Selatan, yang diundang khusus oleh Disperindagkop, berbagi pengalamannya dalam mengolah kulit lokan nipah menjadi tepung.

“Sejak dulu usaha ini diwariskan dari ibu saya. Kulit lokan yang sering dianggap limbah sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal seperti bahan kapur sirih, campuran cat, hingga pengolahan makanan seperti keripik, peyek, lontong, dan lainnya,” jelas Rasidah.

Beliau juga menambahkan bahwa tepung yang dihasilkan dari proses ini telah dipasarkan di wilayah Banda Aceh dan Subulussalam.

“Banda Aceh dan Subulussalam mereka biasa menggunakan bahan dari, Kimo, Keong dan Umang. Kalau Singkil menggunakan Lokan,”tambahnya.

Proses pembuatan tepung dari kulit lokan melibatkan beberapa tahapan. Kulit lokan dibakar selama dua jam, kemudian disiram air mendidih dan didinginkan selama dua jam. Setelah dingin, kulit tersebut diayak hingga menghasilkan tepung halus. Kulit yang tersisa dapat ditumbuk menjadi kapur.

READ  DPRK Aceh Singkil Pertanyakan Legalitas Kemitraan KPPB dan PT. Delima Makmur dalam Penerbitan HGU

“Dari satu karung kulit lokan, biasanya kami mendapatkan sekitar delapan baskom tepung,” ungkapnya.

Firman, perwakilan dari BUMDesma Singkil Makmur Sejahtera (SMS), menyatakan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk memanfaatkan hasil limbah alam Kabupaten Aceh Singkil.

“Dibandingkan terbuang, lebih baik kulit ini dimanfaatkan karena masyarakat dapat memperoleh keuntungan dari lokan ini. BUMDes akan menampung hasilnya untuk dipasarkan setelah dilakukan survei kualitas dan harga di Medan,” terang Firman. ||| Gunawan

 

Related Post