20.9 C
Indonesia
Rabu, 6 Mei 2026

Pencairan Dana BOS Molor, Kasek di Langkat Terpaksa Ngutang ke Rentenir

Berita Terbaru

Dinas Pendidikan Sumatera Utara. (Foto: Prasetiyo/Aktual Online)

 

AKTUALONLINE.co.id – Langkat II Lambannya pencairan dana Batuan Operasional Sekolah (BOS) beberapa sekolah SMA dan SMK di Kabupaten Langkat menyebabkan kepala sekolah mencari utangan dari rentenir.

Molornya pencairan dana BOS hingga 6 bulan bahkan lebih, memaksa kepala sekolah mengambil uang panas sebesar Rp10 juta lebih dengan bunga 5% tiap bulannya.

“Kalau pas ada uang saya talangi pakai uang saya dulu, tapi kalau tidak punya uang lagi saya pinjam uang panas. Minjam sama rentenir,” kata seorang kepala yang meminta identitasnya disembunyikan, Rabu (7/8/2024) pagi kepada Aktual Media Grup.

Mengambil uang dari rentenir adalah jalan satu-satunya agar menjadi solusi aktivitas di sekolah bisa berjalan normal. Sebab, meminjam dari bank harus ada jaminan dan tujuan jelas. Jika meminjam orang tua murid, atau guru, tentu sudah pasti tidak ada mengingat kondisi ekonomi yang melemah saat inim

“Saya pinjam kadang sampai 10 hingga 20juta, ya karena kebutuhannya banyak, untuk Administrasi, ATK, Transportasi keperluan sekolah dan lain-lain,” ujarnya.

Meski begitu, untuk gaji para tenaga guru honorer katanya masih bisa ditunda dengan memberikan pengertian mereka bahwa akan dibayar setelah dana BOS cair.

Terpisah, Kabid SMA Disdik Sumut Basyir Hasibuan ketika dikonfirmasi tidak menjawab. Begitu juga dengan Kadisdik Sumut Abdul Haris Lubis yang dihubungi belum memberikan keterangan soal keterlambatan dana BOS hingga berimbas pada peminjaman uang kepada rentenir.|| Joko Purnomo

Editor: Prasetiyo

Baca Selanjutnya

Berita lainnya