20.8 C
Indonesia
Rabu, 6 Mei 2026

Parkir Berlangganan Terus Bergejolak, Publik: Copot Kadishub Medan Iswar Lubis

Berita Terbaru

AKTUALONLINE.co.id – Medan II Kebijakan parkir berlangganan terus bergejolak. Publik secara beramai-ramai memprotes dan menolak kebijakan secara langsung maupun memberikan tanggapan negatif mengenai aturan memaksa itu melalui kolom komentar postingan di aku media sosial Dishub Medan.

Masyarakat menyadari bahwa kebijakan parkir yang diciptakan melalui Perwal Nomor 26 Tahun 2024 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Pelayanan Parkir Berlangganan di Tepi Jalan Umum, adalah program ngaco dan hanya menjadi pemantik keributan antara pemilik kendaraan dengan tukang parkir.

Dianggap ngaco karena seluruh kendaraan yang parkir di Kota Medan diwajibkan membeli stiker parkir berlangganan. Padahal, tidak semua pemilik kendaraan merupakan warga asli Medan, sehingga membayar parkir selama satu tahun dinilai amat merugikan.

Parkir jenis ini terbukti menjadi pemantik keributan karena tidak ada jaminan bagi setiap pemilik kendaraan yang membeli stiker berlangganan untuk tidak dikutip uang parkir lagi secara tunai. Namun, di saat pemilik kendaraan tidak mempunyai barcode parkir malah diusir oleh petugas dishub.

Di dalam akun Tiktok @dishub_medan, nitizen juga ramai-ramai meluapkan hal-hal negatif soal kebijakan parkir yang telah berlangsung selama 3 pekan ini.

Seperti dalam postingan di beranda @dishub_medan Selasa (16/7/2024) kemarin, tampak sebuah video dari akun @prokopim_pemkomedan soal parkir berlanggan dengan 76 komentar negatif semuanya.

Seperti akun @wadtawanmedanganteng7 menyerukan “copot Kadishub Medan karena tidak becus menangani parkir berlangganan”.

Akun 0x_srydrm malah mendukung desakan tersebut dengan mengatakan “benar copot mereka semua, program ini tidak memikirkan nasib para jukir nya, pendaftaran untuk jukir sdh tutup semalam senin, kelihatan sekali permainan org pemkot dan dishub.”

Aku @dunnealaina malah mengingatkan seluruh masyarakat dengan mengatakan “mau kali kelen dibodohi, kelihatan murah 90ribu/130ribu pertahun, tapi coba kalian lihat Barkode nya hilang atau terhapus kena hujan, beli barkode nya aja udah 10 ribu belum tentu kita parkir tiap hari…”

Meski telah banyak yang memprotes parkir berlangganan ini, Dishub Kota Medan tetap tutup mata dan telinga. Malah, Wali Kota Medan tetap memberikan kepercayaan berkali-kali kepada Kadishub Kota Medan yang sudah gagal berkali-kali dan membuat kegaduhan sosial saat menerapkan kebijakan parkir. II Prasetiyo

 

 

Baca Selanjutnya

Berita lainnya