Today

Praktek Pembegalan Dana BOK Di Dinas Kesehatan Deli Serdang dapat Restu dari “Penegak Hukum”

Aktual online.co.id|| Deli Serdang

Praktek pembegalan dana bantuan oprasional kesehatan (BOK) dengan modus bagi dua kepada dinas kesehatan merupakan permainan yang sangat mulus dilakukan dan hanya dengan modal ancaman akan dimutasi atau kata lain non job.

Tentu saja, pembegalan anggaran tersebut dilakukan saat para bidan ataupun pegawai yang ada di puskesmas selanjutnya BOK tersebut disalurkan ke setiap ASN yang ada melalui rekening masing masing yang sudah di daftarkan ke bagian bendahara dinas kesehatan

Begitu dana di transfer, selanjutnya para ASN dipanggil ke puskesmas masing masing lalu di mintai alias bagi dua sesuai dengan yang diterima mereka.” Kalau tak dikasih siap siap lah mutasi dan di non joblan.” Bilang para pegawai yang minta agar namanya tak disebutkan.

Selain itu, pemberian dana BOK itu setahun pencairannya 3 hingga 4 kali karena dana itu merupakan uang atau biaya para ASN yang melakukan pengobatan di desa desa yang ada di Deli Serdang dan dana bantuan itu Deli Serdang paling rendah di bandingkan Medan akan tetapi itu diterima dan mirisnya lagi dana yang diterima malah di begal.” Jadi setiap puskesmas wajib setor ke dinas 15 juta dan yang ngumpul bendahara puskesmas dan dia yang meyerahkan.” Bilangnya.

Setelah dana terkumpul selanjutnya diserahkan ke dinas ada dua pejabat yang ada di dinas yang terima yaitu inisial T dan Kabag inisial S.

Tentu saja, sulitnya membongkar pembegalan itu karena tak ada bukti pemotongan karena berkali kali penegak hukum melakukan pemeriksaan hasilnya gak ada karena uang yang diterima sesuai dengan yang diberikan  akan tetapi setelah diterima makanya modus dilakukan sehingga praktek tersebut bisa berjalan aman hingga kini.” Kayaknya saat ini lah bang,  kalau mau di tangkap tangan  karena  dana BOK baru cair dan permainan segera di mulai dengan memanggil setiap bidan ASN .” Ungkapnya

READ  ‎Rider Taman Cadika Stable Medan Juara 1 Kelas SJ 30-50 cm Open ‎

Setelah dipanggil ke puskesmas oleh bendahara, selanjutnya dilakukan pengutipan dan dikumpul sesuai yang mereka terima dan selanjutnya di bagi dua.

Jadi, memang sulit mengungkapnya akan tetapi tinggal penegak hukumnya aja karena modelnya harus tangkap tangan akan tetapi macam gak tau aja Abang penegak hukum gimana hubungan dengan Dina kesehatan deli serdang apalagi inisial T itu kan diketahui sangat dekat dengan oknum baju coklat yang di ketahui memiliki jabatan sebagai kasi intel.” Kalau kita ribut selesailah bang mantan kepala dinas kami aja dr Ade mampu mereka penjarahkan konon lagi i kayak kami ini ya selesailah.” Bilangnya.

Jadi, kalau diungkap sulitlah abangkan tau kayak mana penegak hukum ini.

Namun saat di konfirmasi kepada sekretaris dinas kesehatan deli serdang dr Tety Rosanti Keliat melalui pesan wasappnya, Jumat (8/6/2024) mengatakan gak ada itu bang tanpa merinci maksud pesan yang dikirim tentang gak ada.gom

 

Related Post