Today

Hilangnya Wibawa Bobby Nasution Gara-gara Parkir, Pengamat: Kadishub Apa Kerjamu

Prase Tiyo

AKTUALONLINE.co.id – Medan II Pengamat Anggaran Elfenda Ananda menegaskan bahwa Pemerintah Kota Medan yang dipimpin oleh Bobby Afif Nasution saat ini telah kehilangan wibawanya, gara-gara urusan parkir.

Penyebabnya adalah kebijakan yang dibuat tersebut tidak diindahkan oleh masyarakat, dinas terkait dan jajarannya. Buktinya, parkir gratis gagal diterapkan dan e-parking malah bayarnya tunai.

“Sebenarnya wibawa pemerintah hilang itu apabila kebijakannya itu tidak diindahkan oleh masyarakat, oleh pihak tertentu,” ungkapnya dalam wawancara program Ekslusif Aktual Media Grup beberapa waktu lalu.

Kejadian ini juga menunjukkan kegagalan Pemko Medan melindungi masyarakatnya dari kebijakan yang ternyata hanya angin surga belaka. Malah, kini mau memberatkan rakyatnya dengan program parkir berlangganan.

Melihat rencana Bobby Afif Nasution yang ingin maju dalam Pilgubsu mendatang, harusnya kebijakan gagal ini menjadi catatan khususnya untuk dievaluasi agar dapat mempertahankan kepercayaan publik.

Jika serius, maka Elfenda Ananda menekankan dua hal untuk dievaluasi. Pertama, soal konsistensi kebijakan yang dibuat. Kedua, kinerja Kadishub Kota Medan Iswar Lubis dalam menunaikan tugasnya.

“Dimana yang salah. Apakah konsisten dari kebijakan itu tidak bisa berjalan efektif atau memang ada aparatnya yang salah. Tanyakan juga, Kadishub apa kerjamu,” ucapnya.

Ia mengingatkan Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution, meskipun Kadishub Kota Medan Iswar Lubis dikabarkan mendapat pembelaan sang menantu Presiden Joko Widodo itu, tetap saja Iswar Lubis tidak mampu menyelamatkan Bobby Afif Nasution dari hujatan serta kutukan masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris Lingkar Indonesia Arnold Marpaung sepakat menilai bahwa program parkir gratis ini telah menjadi cibiran masyarakat sebagai kebijakan gagal. Publik saat ini menduga antara dishub, pihak ketiga dan juru parkir telah kongkalikong untuk bekerjasama menjadikan retribusi sebagai salah satu sumber dana untuk membiayai Wali Kota Medan Bobby Nasution bertarung di Pilgubsu 2024.
“Tidak bisa juga kita salahkan masyarakat berpikir dana parkir konvensional yang tidak masuk kas ini dipakai untuk Pilgubsu nanti,” ungkapnya.
Pemikiran ini semakin liar karena Dishub selaku dinas berwenang soal parkir hingga saat ini tidak mau menjelaskan soal kegagalan parkir gratis yang mereka konsep. Apalagi, berkembang isu bahwa keberanian Kadishub Kota Medan menunjukkan muka pascagagal menerapkan parkir gratis karena merasa dilindungi Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution.
“Cara berpikir masyarakat kita tidak susah. Kalau ditengoknya ada program gagal, berarti kan harus dievaluasi apakah programnya atau pelaksananya. Kalau tidak maka timbul tanda tanya, apakah dilindungi, sama-sama sudah sepakat atau gimana. Ini mau dekat Pilgubsu loh. Apa dari sini dananya. Ini pernyataan publik,” cecarnya.
Sementara itu Kadishub Kota Medan Iswar Lubis hingga saat ini tidak mau merespon konfirmasi yang dilakukan Aktual Media Grup kepadanya. II Prasetiyo
READ  Jika Bobby Nasution Lantik Iswar Lubis jadi Kadishub Sumut, Ibarat Pepatah 'Melempar Kotoran ke Wajah Sendiri

Related Post