20 C
Indonesia
Minggu, 19 April 2026

Prank Parkir Gratis di Medan Sudah Berjalan 50 Hari

Berita Terbaru

AKTUALONLINE.co.id – Medan II Kebijakan parkir gratis untuk sistem pembayaran tunai yang telah berjalan selama 50 hari ternyata hanyalah prank atau tipuan saja, sebagai agenda menarik simpati publik dan modus mengganti pemain.

Fakta di lapangan menunjukkan parkir konvensional tetap beroperasi, dengan memakai seragam, tanpa seragam, hingga tukang parkir dengan mesin e-parking pun masih mengutip uang tunai dari para pemilik kendaraan.

Padahal Kadishub Kota Medan Iswar Lubis pada 2 April 2024 lalu secara resmi telah mengumumkan gratisnya parkir dengan sistem pembayaran tunai. Bahkan untuk mendukung kebijakan itu, sang kadis memerintahkan anggota dibantu dengan polisi terus menangkapi tukang parkirnya.

Pantauan Aktual Online, penangkapan tersebut juga rupanya hanya bagian dari siasat pergantian pemain. Pasalnya, setelah ditangkapi tukang parkir baru langsung muncul menggantikan tukang parkir lama. Salah satunya di kawasan Jalan Sisingamangaraja depan salah satu bank milik pemerintah.

Meskipun begitu, banyak masyarakat digiring agar mempercayai kebijakan parkir gratis ini sebagai program spektakuler untuk mengentaskan kebocoran PAD dan menggantinya dengan e-parking. Padahal, parkir yang dijanjikan gratis itu hanyalah jalan untuk menutupi kebocoran PAD.

Sekretaris Lingkar Indonesia, Arnold Marpaung kepada Aktual Media Grup menegaskan bahwa program parkir konvensional gratis adalah upaya pembohongan masal dan program gagal.

Jika memang niat, maka sebelum diterapkannya e-parking maka seluruh identitas, seragam para jukir ditarik atau tukang parkir dipanggil secara bergilir untuk diberikan penyuluhan tentang keberlanjutan kerjaan mereka memarkirkan kendaraan.

Bukan sebaliknya, tiba-tiba para jukir langsung ditangkapi, diberitakan secara besar-besaran hingga menjadi bahan olok-olokan dan membuat malu keluarga mereka. Hal tersebut sangat tidak pantas dilakukan, mengingat para tukang parkir turut memberikan kontribusi bagi PAD sebelum adanya e-parking.

“Kenapa harus ditangkapi. Kenapa tidak dipanggil secara bergilir, atau seluruh identitas sama seragamnya ditarik. Apa jukir bukan manusia. Mereka juga salah satu penyumbang PAD,” ungkapnya, Selasa (21/5/2024) siang.

Kekhawatiran lain dari semangat parkir konvensional gratis ini adalah jumlah e-parking yang kecil dibanding parkir dengan pembayaran tunai. Saat diterapkan parkir gratis, Arnold Marpaung yakin bahwa tidak ada lagi setoran masuk ke PAD. Namun, ia mempertanyakan kemana aliran dananya mengalir.

Secara serius, Arnold Marpaung mengingatkan bahwa prank parkir gratis yang telah berlangsung 50 hari tersebut, diharap dapat menjadi pembuka pikiran seluruh masyarakat, khususnya Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution dalam menilai mana program pro rakyat atau pro kelompok tertentu.

“Saya yakin pak Bobby orangnya lurus. Tapi, saya tidak pungkiri kalau pak Bobby kena jebakan batman,” tutupnya.II Prasetiyo

Baca Selanjutnya

Berita lainnya