AKTUALONLINE.co.id – TAPUT ||| Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pendidikan Tahun 2026 secara daring (webinar). Kegiatan tersebut dipimpin oleh Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., dan dipusatkan di Aula Mini Kantor Bupati Tapanuli Utara, Tarutung, Kamis (22/1/2026).
Rakor ini diikuti oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan beserta jajaran, para pengawas sekolah, serta kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan tingkat SD dan SMP se-Kabupaten Tapanuli Utara.
Adapun narasumber dalam kegiatan tersebut antara lain Wakil Bupati Tapanuli Utara, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Betty Sitorus, Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan, serta Kepala Bidang Pembinaan SD dan SMP.
Dalam rakor tersebut disampaikan sejumlah program strategis pendidikan tahun 2026, di antaranya optimalisasi pemanfaatan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), pengembangan 37 sekolah unggulan, pelaksanaan asesmen pendidikan, Olimpiade Sains Nasional (OSN), serta Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa SD dan SMP.
Selain itu, turut dibahas pemetaan guru dan kepala sekolah, digitalisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat kabupaten, penguatan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Sekolah (TPPKS), penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP), serta pemutakhiran data pokok pendidikan (Dapodik).
Dalam arahannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa rakor daring merupakan sarana yang efektif untuk menyampaikan kebijakan pemerintah kepada seluruh satuan pendidikan secara cepat dan merata.
Ia menekankan bahwa Dana BOS merupakan salah satu sumber utama operasional sekolah sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Menurutnya, kepala sekolah memiliki peran strategis sebagai penggerak utama dalam penyelenggaraan pendidikan.
“Kepala sekolah harus disiplin, menjadi teladan, serta mampu mengelola sekolah secara profesional dengan melibatkan seluruh unsur sekolah,” tegas Wakil Bupati.
Wakil Bupati juga mendorong pelaksanaan koordinasi dan diskusi melalui forum komunitas guru seperti Kelompok Kerja Guru (KKG), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), serta Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS). Selain itu, pembentukan Sistem Penjaminan Mutu (SPM) juga dinilai penting untuk mendukung proses evaluasi dan monitoring pendidikan secara berkelanjutan.
Ia juga mengingatkan pentingnya pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah serta penguatan kembali implementasi program SAITAPAIAS di seluruh satuan pendidikan.
Sejalan dengan branding daerah tahun 2026, yaitu TABIR (Tapanuli Utara Bersih, Indah, dan Rapi), seluruh sekolah diminta untuk menata lingkungan sekolah agar lebih bersih, asri, dan tertib.
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara juga berencana melakukan evaluasi kinerja kepala sekolah secara berkala guna mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Tapanuli Utara. ||| Agus Juntak
