24.3 C
Indonesia
Jumat, 17 April 2026

RSUD dr. Iskak Jadi Garda Depan Eliminasi TBC di Tulungagung

Berita Terbaru

AKTUALONLINE.co.id TULUNGAGUNG||
RSUD dr. Iskak Tulungagung memperkuat peran strategisnya dalam upaya eliminasi Tuberkulosis (TBC) menuju target nasional tahun 2030. Rumah sakit rujukan ini tidak hanya menjadi pusat pengobatan, tetapi juga motor penggerak deteksi dini, edukasi publik, dan pengawasan terapi secara terpadu.

Plt. Direktur RSUD dr. Iskak, dr. Zuhrotul Aini, Sp.A., M.Kes., menegaskan bahwa pihaknya telah memaksimalkan fasilitas dan sumber daya untuk mempercepat penanganan TBC secara tuntas. “Kami tidak bisa bekerja sendiri. Eliminasi TBC adalah kerja bersama. RSUD berkomitmen menjadi pusat layanan yang aktif, responsif, dan inklusif,” ujarnya.

RSUD dr. Iskak kini memperkuat layanan kuratif dan promotif melalui kolaborasi lintas sektor. Bersama puskesmas, organisasi masyarakat, dan kader kesehatan desa, rumah sakit ini gencar menghapus stigma terhadap pasien TBC dan mendorong masyarakat untuk tidak takut memeriksakan diri.

“Stigma adalah musuh utama. Kami ingin masyarakat sadar bahwa TBC bisa disembuhkan asal ditangani sejak dini dan dijalani dengan disiplin,” tambah dr. Zuhrotul Aini.

Upaya ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Tulungagung yang menggandeng Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) sebagai mitra strategis. Dalam acara Koordinasi Lintas Sektor Pencegahan dan Penanggulangan TBC di Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa, Senin (20/10/2025), Bupati Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., menegaskan bahwa eliminasi TBC adalah tanggung jawab bersama.

“Saya instruksikan seluruh elemen, baik pemerintah, organisasi masyarakat, maupun fasilitas layanan kesehatan, untuk bersinergi. Kita harus bergerak cepat menuju eliminasi TBC 2030,” tegasnya.

Berdasarkan Sistem Informasi Tuberkulosis 2025, penemuan terduga TBC di Tulungagung mencapai 75,52 persen (10.509 orang). Namun, penemuan kasus baru masih di angka 43,63 persen (1.249 kasus), dengan tingkat keberhasilan pengobatan 84,60 persen-masih di bawah target nasional sebesar 90 persen.

Ketua Badan Kehormatan PPTI Tulungagung, Endang Dwi Retnowati, menyatakan bahwa PPTI hadir sebagai wadah gerakan masyarakat sipil yang mendukung pemerintah dalam skrining, edukasi, dan pengawasan kepatuhan pasien.

“PPTI bukan hanya simbol, tapi gerakan nyata. Kami siap menjadi mitra aktif dalam pemberantasan TBC,” ujarnya.

Dengan penguatan sistem kesehatan, pemanfaatan teknologi, dan kolaborasi lintas sektor, RSUD dr. Iskak bersama Pemkab Tulungagung dan PPTI optimistis angka kasus TBC akan terus menurun. Masyarakat pun diharapkan semakin sadar akan pentingnya deteksi dini dan pengobatan hingga tuntas.||| Dodik S

 

Editor : Zul

Baca Selanjutnya

Berita lainnya