22.5 C
Indonesia
Jumat, 17 April 2026

Bupati Taput Tekankan Optimalisasi Anggaran untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Berita Terbaru

AKTUALONLINE.co.id – TARUTUNG ||| Bupati Tapanuli Utara (Taput), Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., menegaskan pentingnya pengelolaan anggaran yang tepat sasaran dan berkelanjutan guna meningkatkan kesejahteraan petani. Hal itu disampaikan dalam rapat pembahasan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026 bersama Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, Petani Milenial, serta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) di Kantor Bupati Taput, Tarutung, Selasa (21/10/2025).

Dalam arahannya, Bupati Jonius menekankan bahwa pemerintah bertugas menyusun kebijakan dan mengalokasikan anggaran, sementara masyarakat—terutama Petani Milenial dan Kelompok Tani—menjadi pelaku utama di lapangan. Ia juga berharap kebutuhan pangan untuk program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dapat sepenuhnya dipenuhi oleh produksi lokal Taput.

“Dalam pelaksanaan MBG, ada dana sebesar Rp187 miliar yang akan berputar di Kabupaten Tapanuli Utara. Ini peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan petani kita. Setiap kelompok tani dan Petani Milenial harus mampu memproduksi kebutuhan MBG dan menangkar benih agar kita mandiri, tidak bergantung pada daerah lain,” ujar Bupati Jonius.

Ia juga mengingatkan bahwa kebijakan dan anggaran harus berjalan tepat sasaran serta menghasilkan dampak nyata. “Kita tidak boleh hanya terus merencanakan setiap tahun. Agar kebijakan dan anggaran tidak salah sasaran, bantuan harus diberikan kepada pelaku yang benar-benar serius, yaitu Petani Milenial. Jika tahun ini kita membuat perencanaan, maka aksi dimulai 2026 dan hasilnya harus terlihat pada 2027 dan seterusnya, sehingga program ini berkelanjutan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Jonius meminta Perseroda berperan aktif dalam menyerap hasil pertanian dan menyalurkannya untuk kebutuhan MBG. Ia juga menekankan pentingnya perencanaan berbasis data, seperti menghitung kebutuhan pangan MBG dan kemampuan produksi petani lokal.

“Kalau dalam setahun kita hanya bisa membina 20 kelompok tani, tidak masalah, yang penting kelompok itu benar-benar berkembang dan menjadi pionir. Selanjutnya, bantuan bisa dialihkan ke kelompok lainnya,” tutup Bupati Jonius. ||| Agus Juntak

Baca Selanjutnya

Berita lainnya