AKTUALONLINE.co.id – Medan || Tim Ahli Cagar Budaya Nasional (TACBN) Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menetapkan tujuh cagar budaya di Sumatera Utara menjadi peringkat Nasional.
Lewat sidang kajian penetapan cagar budaya 26 September 2025 lalu, ketujuh cagar budaya dimaksud Bangunan Candi Sipamutung, Bangunan Candi Bahal I, Bangunan Candi Bahal II, Bangunan Candi Bahal III, Situs Percandian Bahal I, Situs Percandian Bahal II dan Situs Percandian Bahal III.
Menurut hasil kajian tim ahli, situs dan bangunan candi di Kabupaten Padang Lawas dan Padang Lawas Utara bukan hanya peninggalan arkeologi, melainkan sumber pengetahuan multidisipliner yang bernilai bagi sejarah, arkeologi, arsitektur, pendidikan, dan kajian lintas budaya.
Konteks lanskap percandian yang saling terhubung menunjukkan adanya tata ruang peradaban yang kompleks, sekaligus menandai pentingnya Sumatera Utara dalam lintasan sejarah peradaban bangsa.
Prof. Agus Aris Munandar salah seorang Tim Ahli Cagar Budaya Nasional (TACBN) sekaligus Guru Besar Arkeologi Universitas Indonesia menyatakan bahwa kepurbakalaan Buddha (bersifat agama Budha) di Padang Lawas dengan arsitektur khasnya, tidak ada duanya di Indonesia.
”TACBN sepakat untuk menetapkan Percandian di Padang Lawas berada dalam peringkat Nasional dalam nilai dan makna yang dikandungnya,” ujarnya, Jumat (26/9/2025).
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Provinsi Sumatera Utara, Yuda Pratiwi Setiawan, menegaskan bahwa pengakuan ini menjadi tonggak penting bagi Provinsi Sumatera Utara.
“Penetapan tujuh cagar budaya Padang Lawas dan Padang Lawas Utara sebagai warisan peringkat nasional merupakan tonggak penting bagi Sumatera Utara. Ini bukan hanya pengakuan, tetapi juga amanah besar bagi kita semua untuk menjaga, sekaligus memanfaatkannya secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Yuda Pratiwi Setiawan menambahkan bahwa pengakuan nasional ini harus dijadikan momentum untuk mengintegrasikan pelestarian dengan pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis budaya.|| Arif Tanjung
Editor: Prasetiyo
Tujuh Cagar Budaya di Sumatera Utara Ditetapkan Peringkat Nasional
