Aktualonline.co.id-DeliSerdang
Kejaksaan tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) di bawa komando Harlie Siregar SH, Mhum harus segera melakukan pemanggilan rekanan yang ada di dinas pendidikan kabupaten Deli serdang.
Pasalnya, proyek anggaran 100 milyar yang dialokasikan melalui APBD Deli Serdang 24 Milyar digunakan Pembuatan MCK yang pekerjaan dilaksanakan oleh orang dinas dengan meminjam perusahaan orang lain dan ironisnya lagi, setiap pekerjaan pemborong wajib menyerahkan duit setoran 15 hingga 22 persen kepada oknum pejabat tersebut.
Menurut pengusaha Deli Serdang Dani Aulia mengakui heran anggaran perbaikan mck yang dialokasikan terlalu besar dan dimark up serta rawan korupsi,kolusi dan nepotisme (KKN) dan proyek itu terkesan dikerjahkan orang dalam yang memakai perusahaan orang lain.” Ini kejadian bukan ditahun ini aja tapi sudah berulang ulang.” Sebutnya
Salah satu sampel pembangunan mck itu terjadi di dinas kependudukan dan pencatatan sipil dimana pembangunan tersebut menelan biaya 197.239 yang dikerjahkan CV Elia Pangestu Jaya dengan waktu 75 hari dan oekerjaan tersebut dilaksanakan dinas cipta karya dan tata ruang.” Ini pagu terlalu besar karena dihitung dari kasat mata aja Paing pengerjaanya mamakan biaya 50 hingga 60 juta.” Sebutnya
Jadi kita minta kejatisu agar segera melakukan langkah guna meyelematkan uang negara yang di hambur hamburkan ini.
Hal senada juga diungkapkan indra kontraktor lokal mengakui heran dengan pemkab Deli Serdang ini bayangkan saja sampai dari pilkada kemarin rekanan lokal yang nota bebenya warga pakam sama sekali tidak diberikan kerjaan akibatnya perusahaan CV miliknya mati akibat tidak dibayar pajaknya .” Gimana kita mau bayar bang kerjaan aja gak ada ngerilah malah kita sebagai penduduk setempat gak dapat padahal kita bayar pajak akan tetapi malah kita yang tak diberdayakan inikan membuat kesenjangan .” Bilangnya dengan kesal.
Dijelaskannya lagi, saat ini proyek yang ada di pemkab Deli Serdang 90 persennya dikuasai rekanan dari luar sehingga rekanan lokal ya guling tikar akibat adanya pilih kasih yang terjadi sehingga dampaknya bisa menimbulkan gesekan yang bisa saja menimbulkan anarkis .” Ini masalah perut dan sejengkal kalau sudah gak makan lagi kan lebih baik masuk penjara ketimbang kita kelaparan.” Imbuhnya
Agar ini jangan terjadi, sebaliknya hal ini menjadi masukan bupati sudahlah pilkada sudah selesai mari kita bersatu kembali menciptakan suasana kondusif sehingga tidak terjadi kotak mengkotak seperti yang terjadi sekarang ini.gom
