Kolase foto Dirop PUD Pasar Medan Ismail Pardede (kiri) dan Aktivis ’98 Acil Lubis (kanan).(Foto: Ist/Aktual Online)
AKTUALONLINE.co.id – Medan || Kalau bukan karena rasa kecewa yang mendalam dari para pedagang dan karyawan, tentu persoalan jabatan anak dan adik dari Direktur Operasional (Dirop) PUD Pasar Medan Ismail Pardede yang ditempatkan di tempat strategis tidak akan dibongkar.
Namun, narasumber yang merupakan seorang karyawan PUD Pasar Medan dan meminta identitasnya disembunyikan, Sabtu (3/5/2025) siang membocorkan bahwa posisi yang diduduki anak dan adiknya inilah, dugaan permainan kutipan oleh Dirop PUD Pasar Medan Ismail Pardede berjalan lancar.
“Sebenarnya bukan jadi rahasia umum di internal. Selama ini kami menghargai beliau sebagai Dirop PUD Pasar Medan, tapi sejak banyaknya tekanan tidak jelas dan menjurus ke arah memperkaya diri pribadi maka kami berontak. Karena sudah menyalahi. Mengapa ini bisa berjalan mulus, karena di posisi strategis yang dimainkan, ditempatkan orang-orangnya,” terang narasumber
Diuraikannya lagi, ada perempuan berinisial RA disebutkan oleh narasumber merupakan anak Dirop PUD Pasar Medan Ismail Pardede, saat ini RA dijadikan salah seorang staf di Pasar Sentosa Baru.
Adik sepupunya, Darman Pardede juga merupakan Kepala Pasar Induk Lau Cih yang kini gaduh karena dugaan permainan kutipan harian beromzet Rp360 juta perbulannya. Serta muncul pula inisial AP yang merupakan kaur umum di salah satu pasar.
Tidak sampai di situ, ada juga orang-orang terdekat Dirop PUD Pasar Medan Ismail Pardede di posisi strategis, seperti Kasubag Pemasaran inisial GP, dan Kasubag Penagihan HB dan Kabag Usaha F.
Saat dikonfirmasi, Dirop PUD Pasar Ismail Pardede menyampaikan pesan ambigu dengan menyebut nama Allah tahu akan niat yang diperbuat manusia. Saat diperjelas maksud pesan itu, ia belum menjawab.
“Yg dimaksud ..ini siapa yg mengutip bang …dan kewenangan pak dirut untuk menerima atau memberhentikan pegawai. Di Pud pasar… ALLAH MAHA TAU APA YG MENJADI NIATÂ YG DIPERBUAT MANUSIA ..makasih bang,” ucapnya melalui aplikasi perpesanan.
Sementara itu, Aktivis ’98 Acil Lubis menilai bahwa keberadaan anak, adik dan orang-orang dekat Dirop PUD Pasar Medan Ismail Pardede harus menjadi kekhawatiran dan perlu diperiksa oleh inspektorat untuk memastikan apakah masuknya mereka melalui penjaringan resmi atau memang main tunjuk.
Aparat penegak hukum baik polisi maupun kejaksaan juga harus andil melakukan penelusuran terkait hubungan kekerabatan Dirop PUD Pasar Medan Ismail Pardede dengan kegaduhan para pedagang karena kutipan harian yang diterapkan belum jelas lari kemana.
“Perlu diperiksa itu, apakah ini nepotisme atau memang melalui penjaringan resmi masuknya. Apalagi ada masalah kutipan yang dipertanyakan pedagang kemana uangnya. Bisa tidak ditunjukkan. Bukan sedikit itu uangnya, harusnya retribusi ini menjadi sumber yang cukup untuk pemasukan PAD,” tegas Acil Lubis.|| Prasetiyo
