27 C
Indonesia
Sabtu, 18 April 2026

Soal Mahasiswa Demo Di KPK, ASN Dinkes Yakin KPK Tak Jauh Bedanya Dengan Penegak Hukum Lainnya Ujung Ujungnya Selesai Di Atas TF

Berita Terbaru

 

AKTUALONLINE.co.id-Deli Serdang||
Mati nya penegak hukum di Deli Serdang berdampak pembegalan dana BOK tahun 2023 di kabupaten Deli Serdang terang terangan,  berujung aksi di Komisi Pemberantasan  korupsi (KPK), Jumat (15/11/2024).
Dalam siaran persnya, Aliansi Mahasiswa Peduli Keadilan Indonesia melakukan aksi UNRAS di gedung lembaga anti rasuha  tersebut dengan tuntutan mendesak KPK RI segera lakukan upaya pengkordinasian dengan leading sektor APH propinsi sumatera utara guna usut anggaran dana alokasi khusus (DAK) dan dana operasional kesehatan (BOK) pada dinas kabupaten Deli Serdang karena adanya indikasi korupsi yang tersektruktur dan masif.
Memeriksa dan memanggil eks kepala dinas kesehatan Deli  Serdang  insial Aci yang kini mencalonkan diri sebagai bupati Deli serdang diduga aktor intelektual atas korupsi massal.
Tentu saja,aksi ini akan berlanjut, Senin (18/11/2024) terkait keseriusan KPK melakukan pemeriksaan kasus tersebut karena diketahui kasus tersebut kini macet di tangani Polresta Deli Serdang melalui unit tindakan pidana korupsi (tipikor).
Menangapi hal itu kalangan ASN Dinkes Deli Serdang belum yakin lembaga anti rasuha ini berani melakukan pemeriksaan.” Kita ASN sudah bosan mendengar hal itu paling ujung ujungnya selsai juga tanpa ada tersangka aliaa 86.” Sebut para ASN.
Sebagai bentuk keberanian KPK melakukan penyelidikan kasus tersebut, para nakes yang bekerja di setiap puskesmas berani buka bukaan cara korupsi yang dilakukan secara masif dan terstruktur itu.” Kalau anggaran yang diberikan melalui transfer tidak ada yang di potong akan tetapi mereka itu bermain setelah anggaran diterima para nakes paling lama satu Minggu setelah di transfer selanjutnya para nakes di telepon atau di wa kalau tidak KTU atau bendahara puskesmas untuk mengantarkan setoran dana BOK yang diterima dengan potongan 50 hingga 70% dari yang diterima para nakes itu.
Setelah dana dikumpulkan, selanjutnya oknum bendahara atau ktu puskemas selanjutnya melakukan penyetoran kepada sekretaris dinas atau salah seorang kabid dan melalui orang ini melakukan penyetoran kepada kepala dinas.” Yang kami tau bang dan menurut kawan kawan korban pembegalan dana BOK oknum kadis itu setiap pencairan dana tersebut sekitar 4 milyar dia terima.” Sebutnya.
Jadi, kalau komisi pemberantasan korupsi mau dapat cara pembegalan dana itu harus melakukan pemeriksaan para nakes sehingga dapat ditarik benang merahnya cara mereka bermain.” Ah ini nanti hanya ngemob aja ujung ujungnya selesai juga,  KPK kan manusia tak jauh dengan penegak hukum kepolisian dan kejaksaan .” Sebut mereka.gom

Baca Selanjutnya

Berita lainnya