AKTUALONLINE |||| Sinode Gereja Tuhan Di Indonesia selanjutnya disingkat menjadi GTDI yang dipimpin oleh Ketua Nasional (Ephorus) Bishop Dr. Peringatan Zebua, MAIE, M.Th. merayakan HUT GTDI yang ke 53 dengan antusias, penuh keakraban dan kegembiraan. Kegiatan perayaan HUT ke 53 yang digabungkan dengan pelaksanaan Rapat Pimpinan Nasional (RAPIMNAS) terlaksana dengan baik selama 2 hari yaitu tanggal 2 sd. 3 Okotber 2024 di GTDI Sorak Haleluya Bagan Batu – Riau. Dalam sambutanya Ketua Panitia Pdt. Johnris Siahaan, S.Th., menyatakan kegembiraanya bahwa acara HUT dan Pembukaan Rapim ini dihadiri oleh warga jemaat GTDI di sekitar Bagan Batu dan Riau sekitar 650 jemaat dan sekitar 60 orang para Pendeta dari 20 Wilayah dari seluruh Indonesia. Kegiatan perayaan HUT dan Rapimnas ini dikoordinir oleh GTDI se-Wilayah Riau 1 dengan tuan dan nyonya rumah GTDI Sorak Haleluya yang di gembalakan oleh Bpk Pdt. Parningotan Siregar, SE., dan Ibu Mastiur Silitonga, M.Pd (yang juga sebagai Ketua Departemen Sekolah Minggu Sinode GTDI). Dalam sambutanya Pdt. Parningotan Siregar yang adalah salah satu Pendeta senior di GTDI, menyatakan kegembiraan dan sukacitanya diberi kepercayaan menerima dan menjamu seluruh hamba-hamba Tuhan sinode GTDI dari berbagai daerah di Indonesia serta seluruh warga jemaat GTDI Bagan Batu yang begitu antusias mengikuti kegiatan HUT.
Tema perayaan HUT GTDI ke 53 dan Rapimnas tahun ini adalah “Berjaga dan Berdiri Teguh Dalam Iman” (1Kor.16:13). Dalam paparanya Ketua Nasional (Ketua Sinode) GTDI Bishop Dr. Peringatan Zebua, mengingatkan kepada seluruh pendeta, gembala dan pelayan serta seluruh warga jemaat, untuk tetap berjaga jaga (berwaspada) dan tetap teguh dalam imanya kepada Kristus, jangan biarkan siapapun atau tantangan apapun mengombang-ambingkan posisi kita baik dalam beriman maupun dalam beroragnisasi. Usia GTDI yang ke 53 merupakan cerminan kedewasaan dan keteguhan iman seluruh warga jemaat, terlebih para pendeta/gembala. Bishop Peringatan Zebua mengaharapkan dan mengingatkan kepada seluruh warga GTDI di seluruh Indonesia untuk tetap setia dan komitmen dalam pelayanan melalui Sinode GTDI yang telah menaungi semua kita dalam bergereja selama 53 tahun. Dalam sejarah perjalananya utamanya dalam beroragnisasi Sinode GTDI telah banyak melalui tantangan internal dan ekternal, namun kebenaran tetaplah kebenaran, ambisi manusia terbatas dalam waktu tertentu tetapi kebenaran kekal adanya dan itu telah dibuktikan dalam sejarah perjalanan GTDI, dimana tidak sedikit oknum oknum yang didorong oleh ambisi pribadi dan keluarga mencoba mengganggu namun pada akhirnya terhenti ketika kebenaran dan keadilan dinyatakan. Tentang hal ini Pdt. Ridwan Sianipar, M.Th sebagai Bendahara Pusat Sinode GTDI menyatakan persetujuanya dengan Ketua Nasional, bahwa semua kita elemen dan kelengapan organisasi sinode serta seluruh pendeta/gembala jemaat perlu senantiasa berjaga dan jangan sekali-kali takut terhadap tantangan pelayanan, sebab ini adalah panggilan kita. Bersikap sebagai seperti laki-laki yang disampaikan oleh Rasul Paulus dalam tema kita artinya tetap tegar dan teguh menghadapi cobaan, tak boleh menyerah tetapi harus tetap kokoh pada pendirian panggilan Injil. Jangan ada seorangpun yang mebiarkan imanya dilemahkan lalu di hasut oleh berbagai bagai informasi yang menyimpang dari kebenaran yang dihembuskan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab dan hanya memperalat pelayanan bagi kemuliaan dirinya sendiri, sebaliknya hendaknya setiap kita berakar, bertumbuh dan berbuah bagi Kristus melalui pelayanan di organisasi Sinode GTDI yang sudah mensejarah selama 53 tahun.
Berkaitan dengan keputusan Rapimnas, Bishop Zebua menyatakan bahwa ada beberapa poin penting dalam keputusan Rapinas kali ini, khususnya yang berkaitan dengan isu-isu strategis berhubungan dengan penatalayanan administrasi dan oragnisasi akan segera ditindaklanjuti oleh Pimpinan Nasional. Semua kebijakan dan keputusan yang telah ditetapkan di Rapim ini maupun di Mukernas yang lalu tentunya bukan untuk menyulitkan siapapun apa lagi menyakiti, tetapi bertujuan untuk perbaikan menuju gereja yang jaya dan tak bercacat cela. Oleh karenanya kami Pimpinan Nasional memohon dukungan dan kerjasama kepada seluruh elemen dan alat kelengkapan organisasi Sinode GTDI, mari bergerak bersama membangun pelayanan di GTDI dengan penuh kerelaan dan ketulusan bagi kemuliaan Tuhan saja. Dalam kesempatan yang baik ini juga, kami sebagai Pimpinan Nasional GTDI menyampaian ucapan terimakasih kepada Wilayah Riau 1 dan kepada Pdt. P. Siregar beserta Istri yang telah mendukung penuh kegiatan HUT GTDI ke 53 dan pelaksanaan Rapimnas, serta mengucapkan terimakasih atas dukungan dan komitmen yang diberikan oleh seluruh ketua-ketua Departemen, ketua-ketua Wilayah dan para Gembala-gembala yang melayani di Sinode GTDI di seluruh Indonesia.
Selanjutnya sekretaris eksekutif kantor nasional sinode GTDI Pdt. Dr. Otniel Otieli Harefa, memaparkan kepada awak media, bahwa kegiatan perayaan HUT GTDI ke 53 tanggal 2 Oktober kemarin dan di lanjutkan dengan Rapimnas pada tanggal 03 Oktober 2024, merupakan wujud kesatuan dan kesehatian serta komitmen dari ketua-ketua Wilayah diseluruh Indonesia, ketua-ketua Departemen dan seluruh warga jemaat yang ingin menyatakan cinta kasihnya kepada Sinode GTDI yang telah berdiri sejak 53 tahun yang lalu. Gonjang ganjing kepemimipinan yang sering dipersoalkan oleh sebagian kecil oknum-oknum sesungguhnya tidak ada dan hal itu sudah terfinalisasi secara hukum melalui keputusan Pengadilan Negeri Simalungun yang menyatakan Hasil MUBES Sinode GTDI ke XXIV di Parapat adalah Sah karena dilaksanakan sesuai dengan AD/ART Sinode Gereja Tuhan Di Indonesia (GTDI). kini saatnya kita melangkah bersama untuk memperbaiki yang kurang dan melengkapi hal hal baik yang sudah dimulai selama ini. Pdt Otniel melanjutkan bahwa semua keputusan keputusan yang telah ditetapkan di Mukernas dan Rapimnas yang lalu kini waktunya untuk dieksekusi sesuai dengan aturan oraganisasi, oleh karenanya dimohon kerjasama dari seluruh anggota GTDI diseluruh Indonesia untuk bergandeng tangan mendukung Pimpinan Nasional dalam melasanakan penataan layanan secara rohani, organisasi dan administrasi. ||| TAS
