28.1 C
Indonesia
Jumat, 17 April 2026

Masuk Tu Barang, Usai Obok Obok Dinkes Kini Coba Obok Obok Kabupaten, Bagian II

Berita Terbaru

 

AKTUALONLINE.CO.ID||Deli SerdangĀ 

Hingga kini masyarakat Deli Serdang masih menunggu hasil kinerja dr Asriludin Tambunan yang saat ini masih menjabat kepala dinas kesehatan diahkir jabatannya karena bakal menjadi calon bupati.

Tentu saja, harapan yang ditunggu masyarakat ternyata masih semu karena selama hampir 2 tahun menjabat goresan tinta kebanggaan untuk kabupaten ini belum ada di torekan dr Aci yang memiliki segudang titel di belakang namanya dan kalau pun ada hanya copy paste dari kadis lama dr Ade Budi Krista.
Selain bebas covid 19 dilevel satu kabupaten ini dan hanya di beri hadiah sebatas roti kaleng oleh Ashari Tambunan yang merupakan paman Kandung dr Asriludin Tambunan kepada para pegawai Dinkes akan tetapi pemberian itu bukan menjadi melemahkan akan tetapi goresan goresan tinta mas itu terus berlanjut guna mensejahterahkan rakyat dibagian kesehatan dengan menambah 2 Rumah sakit umum di wilayah Deli Serdang yaitu RSUD Pancur batu dan Bangun Purba dan satu penambahaan puskesmas yaitu di desa Sialang Pancur batu.

Hal itu dilajukan, agar akses kesehatan masyarakat dapat terjangkau mengigat jarak ke RSUD Amri Tambunan terlalu jauh sehingga inovasi dan gagasan tersebut dilakukan.” Ini lah selalu di ingat oleh masyarakat Deli Serdang tentang terobosan yang dilakukan dr ade.” Bilang Irol.

Bukan sampai disitu saja, program berobat gratis UHC bagi masyarakat baru terserap sekitar 70% di Deli Serdang dan cuma Medan saja masyarakatnya terserap 90% berobat.” Harusnya ini sudah seperti Medan yang mana Boby Nasution hanya 1 periode menjabat walikota Medan mampu mengcover hingga mendapat nilai tertinggi dibandingkan kabupaten lainnya.

Harusnya, dynasty Tambunan yang sudah menjabat 20 tahun di kabupaten ini berobat gratis lebih mudah pelayanannya dengan KTP saja,sehingga
masyarakat Deli Serdang sudah dapat tercover seluruhnya dilihat dari kekuasaan yang mereka genggam.” Ini salah satu bukti bahwa keluarga Tambunan sama sekali tidak pro rakyat dan berbeda dengan kinerja dan hasil kerja Boby Nasution terbukti mendapat UHC award.

Selain Medan mendapat UHC Award ternyata kabupaten lain yang ada di Sumatera Utara mereka bekerja benar benar pro rakyat terbukti hasil kerja mereka juga mendapat penghargaan diantaranya Binjai, Samosir, Gunung Sitoli sedangkan Deli Serdang malah sebaliknya mendapat rapot merah penilaian stunting dari kemenkes.

Selain penghargaan terpilih kabupaten terbaik peringkat 1 pada penilaian Kinerja 8 aksi konvergensi penurunan stunting tahun 2021 oleh dirjen bina bangda Kemendagri dimakasar,
Itu semuanya kini tinggal kenangan saja oleh karena kadis yang ditunjuk dan menjabat bukan berdasarkan kinerjanya akan tetapi haus akan kekuasaan.

Jadi tentu saja, untuk mendapatkan penghargaan tersebut bukannya gampang dengan melakukan aksi konvergensi stunting pada saat itu bisa menekan prevalaensi stunting karena melibatkan stake holder, Kader pos yandu , kaade KB, pendamping keluarga dan ibu PKK.

Peranan ibu PKK itu sangat besar mereka mengawasi langsung data anak baik by name, address dan memberikan penyuluhan gizi serta memberi makanan tambahan (telur, nugget,ikan,kerupuk,daun kelor dll) dengan ujung tombak nakes setiap puskesmas.
Bukan disitu saja, inovasi yang dibuat untuk menajamkan penanganan stunting dan pencegahan misalnya marjaga hari, Sinande,sedulur dan lainnya ini langkah yang di lakukan akan tetapi ini semuanya sejak anak raja yang dibalut kerakusan akan kekuasaan sehingga program tersebut dibuang, akibatnya kini Deli Serdang mendapat rapot merah.

Bukan sampai disitu saja, program tersebut berlanjut dimana memaksimalkan promosi tentang jamban sehat dengan IU Wash Usaid memperdayahkan masyarakat untuk membuat jamban sehat sesuai dengan kearifan lokal dan membuat mereka sadar bahwa jamban itu kebutuhan dan bukan beban sehingga timbul arisan jamban di desa desa.

Dan ini pula yang menjadi cikal bakal penghargaan 5 pilar STBM ( sanitasi total berbasis masyarakat).karena masifnya gerakan itu sehingga berhasil membuat program itu menjadi buah bibir atau mainstream di desa desa. Artinya walaupun mereka mungkin belum.punya jamban sendiri akan tetapi mulai menyadari bahwa jamban sehat itu penting dan tidak mau lagi BAB sembarangan sehingga penyebab anak anak kita menjadi stunting.
Pemanfaatan dana BOK prioritas untuk kesehatan bukan dipotong potong dan jadi modal ” beli partai” ibu dan anak,stunting dan penyakit menular dapat dicegah sehingga jadi sinkron.gom

 

Baca Selanjutnya

Berita lainnya