AKTUALONLINE.co.id – Deli Serdang || Tolak keluarga Tambunan jadi bupati Deli Serdang hingga kini menjadi pembahasan hangat warga di setiap kedai kopi yang ada di Kabupaten Deli Serdang.
Alasan penolakan Asriludin Tambunan alias dr. Aci menjadi bupati Deli Serdang 2024 karena keluarga sudah menjabat 20 tahun di kabupaten ini.
Ditambah dalam Pilkada ini, dr Asriludin Tambunan yang menjabat sebagai kadis kesehatan Deli Serdang mencalonkan menjadi bupati 2024 yang akan datang dan di usung dari partai Gerindra, Golkar dan PDI Perjuangan.
Anto (37) warga Percut sei tuan mengakui bahwa sebagain besar warga memilih calon bupatinya asal bukan Tambunan itulah slogannya apalagi anak raja itu digadang gadang bakal bertarung dengan kotak kosong.
“Alhamdullilah lah bang ada penantang dia kalau enggak warga malas mencoblos,” ungkapnya.
Selain itu ayah anak 2 ini mengakui bahwa ternyata ketua ketua partai di pusat dalam menentukan calon bupati bukan berdasarkan kepintaran atau wawasan seseorang akan tetapi tergantung berapa banyak duitnya sehingga dr aci mampu membeli partai yang mendukungnya.
“Bukan partai yang memenangkan dia akan tetapi masyarakat walau dia di dukung partai hebat kalau gak curang dari mana dia bisa menang,” katanya.
Jika disurvei ke 22 kecamatan yang ada pastinya masyarakat menginginkan perubahan alias ganti bupati karena warga sudah bosan dengan kepemimpinan Tambunan yang sudah 20 tahun.
“Inikan namanya rakus sudah 20 tahun memimpin ini malah mau nambah lagi apakah kabupaten ini milik mereka sehingga suak suka mereka habis bapaknya, pamannya habis itu anaknya enak kali,” cetusnya.
Hal senada juga diungkapkan Turang Karo Karo (57) warga Pancur Batu. Ia mengungkap warga pada umumnya menginginkan agar Bupati Deli Serdang kedepannya bukan berbau Tambunan
“Kalau gak curang pasti dia kalah kalau hanya modal uang warga pasti terima tapi jangan coblos dia dengan kata lain ambil uangnya tapi jangan coblos dia walaupun dia punya segalanya,” jelasnya.
Dikatakan kakek memiliki 4 cucu ini lagi, walaupun Aci didukung banyak partai akan tetapi warga menginginkan perubahan dan ini akan terjadi di kabupaten ini karena suara rakyat suara Tuhan dan kebenaran akan tercipta karena ini merupakan kehendak rakyat bukan kehendak partai.
“Tunggu aja tanggal mainnya rakyat sudah menunggu akan terjadinya perubahan,” yakinnya. II Gom
