AKTUALONLINE Co.id||Deli Serdang
Nyawa dua supir truk warga Pasaman sumatera Barat terselamatkan berkat tim tipiter Polresta Deli Serdang bergerak cepat melakukan pengerebekan di salah satu gudang yang ada di jalan industri Tanjung Morawa, kamis (4/7/2023) malam sekira pukul 22: 30 wib.
Informasi yang dikumpulkan aktualonline.co.id, malam itu Fahrul Hasibuan (30) mendapat telepon dari abangnya yang merupakan salah satu supir truk yang disandera bahwa saat ini kondisinya berada di salah satu gudang yang ada di Tanjung Morawa dengan kondisi dipukuli dan disandera.
Mendengar informasi tersebut, Sahrul bergerak cepat dan melaporkan hal menimpa abangnya ke Polresta Deli Serdang.” Ini lokasinya korban sekarang kondisinya babak belur dan di sekap di salah satu gudang milik PT sintora putra gasindo jalan industri Tanjung Morawa ” bebrnya
Mendapat informasi tersebut selanjutnya tim tipiter Polresta Deli Serdang dan di back up personil Polsek Tanjung Morawa bergerak ke lokasi yang di maksud.
Tiba dilokasi tersebut ternyata ada beberapa pria dan saat diminta untuk membuka gudang tersebut ternyata kedua sulit dan kernet truk ditemukan dalam keadaan selamat dengan kondisi wajah lebam.lebam.usai dianiaya 4 pelaku yang satah satunya oknum anggota berpangkat sertu.
Kepada polisi Hasibuan dan harapan kedua supir dan kernet tersebut mengakui bahwa mereka dianiaya dan diancam malam ini akan di bunuh oleh ke empat pelaku in kalau tidak mengambil uang milik.bos mereka.
Saat di singgung tentang persoalan apa yang terjadi Hasibuan yang ternyata supir ekpedisi serta pemilik truk tersebut mengakui awalnya mereka sudah 4 hari berada di Medan usai mengantar barang expedisi dari Padang ke Medan.” Kami menginap di pool expedisi menunggu order bang ” bilangnya.
Melalui grup expedisi, selanjutnya kedua korban mendapat order dari salah satu toke yang ada di pekan baru mengakui bahwa mereka memuat minyak Bimoli dari PT Sintora dan bos itu mengirim duit sebanyak 200 RB sebagai uang print out surat jalan mereka masuk ke dalam gudang.
Karena tak tau lokasi korban di pandu melalui seseorang bernama Dicky sesuai arahan si bos tersebut yang mengirim nomor Dicky kepada mereka.
Namun korban yang polos dan tak tau apa apa hanya menurut permintaan si bos itu, tanpa curiga sedikitpun.
Tiba dilokasi kedua korban disuruh minum kopi di depan gudang tersebut dan hanya diperintahkan agar terpal truk milik mereka di tutup rapi.
Sekitar pukul 16:00 wib, kedua korban masuk ke dalam truk terlebih dahulu menunjukkan surat jalan yang di berikan si bos yang mengakui warga pekan baru tersebut.
Saat truk diparkirkan, selanjutnya kedua korban menunggu dan tak lama datang beberapa orang pria dan mengakui bahwa bos mereka sudah membeli minyak Bimoli dan duitnya sudah ditransfer
Mendengar hal itu, Hasibuan sebagai pemilik truk dan merangkap supir expedisi bingung karena dia hanya di suruh seseorang bos itu untuk memuat minyak makan untuk segera di kirim ke pekan baru.
Tak terima omongan tersebut kedua supir ini dianiaya dan disekap di dalam gudang hingga 6 jam sambil di pukuli agar uang bos mereka dikembalikan sebanyak 170 juta .” Balikan uang bos kami 170 juta yang sudah ditranfer itu akan tetapi Hasibuan dan Harahap tak mengakui adanya uang yang ditransfer kemereka mana buktinya bang uang ditransfer ke kami aja gak kenal sama yang order ini.” Bilang mereka
Karena di curigai bagia sindikat, selanjutnya kedua dianiaya hingga babak bunyak.
Sebelum telepon seluler mereka disita oleh ke empat pelaku ini, Hasibuan sempat mengirimnya lokasi tempat mereka di sekap dan adanya petunjuk tersebut polisi bergerak cepat dan mengamankan korban bersama Ake empat pelaku itu sedangkan oknum TNI yang merupakan salah satu pelaku penganiayaan malam itu juga lari saat polisi masuk ke dalam gudang.” Saat polisi datang ,oknum TNI itu kabur naik Avanza bersama anak dan istrinya sambil membawa surat izin keluar menjenguk keluarga sakit di rumah sakit grand Medistra lubuk pakam.” Ucap salah satu security gudang yang ada dilokasi tersebut.gom
