AKTUALONLINE.co.id – Medan II Menteri Kehutanan Indonesia periode 2004-2009, MS Kaban mengingatkan akan malapetaka yang terjadi, jika rencana 1 juta Ha tanah Indonesia diberikan untuk Cina sebagai lahan pertanian.
Pernyataan serius MS Kaban dilatar belakangi oleh beberapa hal. Pertama, mengenai prinsip negara Cina yang menganut politik komunis dan ekonomi liberal. Siapapun menjalin kerjasama dengan negara tirai bambu tersebut maka negaranya akan diwarnai serba cina, mulai produk hingga sumber daya manusia.
“Politik cina komunis, ekonomi liberal. Setiap 100juta dolar memakai uang cina, maka semua harus cina. Warga cina, dan produk harus cina,” terang MS Kaban, Kamis (30/5/2024) sore dalam forum yang digelar oleh Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI) Sumut.
Kedua, MS Kaban menganalisis bahwa lahan di Kalimantan Tengah merupakan tanah gambut yang perlu dikaji secara serius. Jangan sampai, rencana proyek pertanian tersebut merusak ekosistem alam hingga menciptakan bencana alam di Indonesia.
Bagi MS Kaban, sebenarnya tidak ada masalah pertanian di Indonesia yang tidak bisa disiapkan. Apalagi, negara ini pernah berkontribusi swasembada pangan dan diakui dunia. Jika mau diperlukan teknologi canggih, harusnya pemerintah hanya perlu mengirim beberapa utusan untuk belajar mengoperasikannya serta memanfaatkan SDM dari Indonesia.
Sementara itu, Korwil PMPHI Sumut Gandi Parapat secara terbuka juga menegaskan penolakannya terhadap wacana 1 juta Ha lahan untuk diberikan kepada Cina. Bahkan ia siap untuk mempertahankan bumi pertiwi ini hingga tetes darah terakhir.
Hal itu disampaikannya sebagai bukti untuk mempertahankan wilayah yang telah diperjuangkan serta dititipkan oleh para pahlawan terdahulu, agar lahan-lahan di Indonesia jangan sampai jatuh ke tangan para penjajah dalam berbagai wujud.
“Kalau kita tidak bersuara, jangan ada di bumi ini. Karena nenek moyang ini masih ada kaitannya dengan kita. Mereka para pahlawan ini menitipkan kepada kita. Jagalah negara kita ini dari sabang sampai merauke,” ungkap Gandi lantang.II Prasetiyo
