27.3 C
Indonesia
Jumat, 17 April 2026

Nebur Fine: UNPRI Menghukum Mati Aku

Berita Terbaru

AKTUALONLINE.co.id MEDAN ||| Hanya karena protes kebijakan parkir berbayar, Nebure Fine mengaku telah dihukum mati dalam dunia pendidikan oleh Universitas Prima Indonesia (UNPRI) Medan. Ia dipecat tanpa diberikan transkrip nilai, bahkan orangtuanya jatuh sakit usai mendengar kabar sanksi yang diberikan oleh pihak kampus.

“Aku dihukum mati oleh UNPRI,” ungkap Fine, Selasa (5/9/2023) kepada tim Ekslusif www.aktualonline.co.id.

Fine dalam kesaksiannya membeberkan persoalan pemecatan itu berawal dari tidak didengarkannya pendapat mahasiswa sehingga mereka berkonsolidasi dan sepakat untuk membuat aksi damai pada 15 Juni 2023 pagi.

Tidak disangka, sore harinya fine langsung mendapat surat pemecatan secara tidak hormat yang ditandatangani langsung oleh Rektor UNPRI, Prof. Dr. Chrismis Novalinda Ginting M.Kes.

Padahal, menurut fine gerakan memprotes parkir berbayar ini menyangkut persoalan ekonomi keluarganya dan mahasiswa lain yang menjadi berat karena harus menanggung beban baru. Yakni biaya parkir yang dikampus lain tidak menjadi kewajiban.

“Karena aku tau kami 6 bersaudara. Kalau orangtua mengeluarkan biaya banyak untuk aku, gimana biaya untuk adek-adek. Mereka kan perlu pendidikan, perlu makan dan minum. Saya pun gak bisa memaksakan orang tua. Kamikan gak mampu,” fine memberi analogi.

Mata Fine langsung basah saat mengingat kejadian di hari yang sama, tanggal 15 Juni 2023. Sore hari, pascademonstrasi yang dilakukan. Fine mendapat surat pemecatan secara tidak hormat. Ia tidak bisa berkata apa-apa lagi. Gerakan dari mahasiswa lain untuk mendukungan pemecatan itu dibatalkan juga sia-sia. Malah, kampus tidak mau mengeluarkan transkrip nilai miliknya.

Fine mengadu kepada kedua orangtuanya di kampung melalui telepon. Menurut tutur fine, keduanya panik karena ia dianggap berbuat kriminal atau semacamnya sehingga dipecat dari kampus.

“Mereka bertanya Kenapa fine. Sehat boru. Satu yang mau kusampaikan mak, kalupun hari ini kaliam kecewa ini bukan kesalahanku. Jangan kecewa kepadaku. Karena mereka sewenang menghukum mati aku. Mama bertanya, kenapa. Orangtua saya kira saya itu melakukan kesalahan besar kayak narapidana, pengedar atau hal-hal lainnya. Gak mak, aku gak melakukan apa-apa, selain aku demonstrasi,” ungkap fine sambil terisak.

Sejak mendengar kabar pemecatan itu, ibu fine yang mengidap sakit gula semakin drop. Pikiran sang ibu membuat kesehatannya memburuk. Begitu juga sang ayah, karena tidak sanggup mengontrol kecemasan terhadap anak pertamanya itu, hati dan jantungnya mengalami pembengkakan.

“Ini gara-gara kau nak, gara-gara sekolahmu. Saya kan merasa bersalah ni. Saya bilang, pak saya tidak salah loh pak, tapi universitas. Bapak kan tau aku di sini kuliah baik-baik. Akupun tau diri pak. Gak taulah aku nak, nasib kau itu. Aku cape menyekolahkan, capek banting tulang tapi kau kena DO. Kami nangis bareng di situ,” fine mengusap air matanya.

Tidak hanya fine, tapi mental dan psikis keluarganya juga ikut hancur. Apalagi, Fine tidak bisa melanjutkan perkuliahannya di tempat lain dengan menyambung semester, kecuali mengulang dari awal semester.

Melalui ceritanya ini, ia berharap rekan-rekan mahasiswa lain dari universitas atau organisasi memahami bahwa saat ini pembungkaman suara mahasiswa itu nyata. Apa yang dialaminya bukan menjadi suatu alasan mahasiswa untuk takut bersuara. Namun, sebagai penambah semangat untuk melakukan gerakan yang lebih besar untuk memperjuangkan keadilan.

Sementara itu, Rektor UNPRI Prof. Dr. Chrismis Novalinda Ginting, M.Kes yang dihubungi sejak Senin 4 September 2023 belum mau memberikan penjelasannya soal pemecatan Nebure Fine. Diketahui pula, imbas unjukrasa parkir berbayar UNPRI telah memecat 4 orang mahasiswa dan memberikan sanksi skorsing terhadap 3 orang mahasiswa.

Adapun kebijakan tarif parkir yang diterapkan UNPRI adalah Rp3ribu untuk satu jam pertama, penambahan Rp1ribu di jam kedua, penambahan Rp8 ribu untuk 6 jam, Rp16 ribu untuk overnight, denda parkir sebesar Rp25ribu ditambah biaya parkir jika tiket hilang. Khusus bagi mahasiswa diwajibkan membeli kartu dengan harga Rp50ribu dan deposit setiap bulan Rp100ribu. Dana di dalam kartu tersebut akan hangus lewat sebulan meskipun masih terdapat deposit di dalamnya.||| Prasetiyo

Baca Selanjutnya

Berita lainnya