Aktualonline.co.id/deliserdang
Pengutipan uang sekolah berdalih uang komite terhadap anak sekolah ternyata membuat orang tua murid keberatan karena besarnya uang komite tersebut nyaris sama dengan biaya uang sekolah di swasta.
Tentu saja, pengutipan tersebut terjadi di sekolah SMA 1 Lubuk pakam dimana untuk kelas 10 siswa baru itu dikenahkan uang komite sebesar 180 ribu,/siswa sedangkan untuk kelas 11 dan 12 dikenahkan biaya 100 rb/bulannya
Tentu saja, besarnya angka pengutipan dengan alasan uang komite membuat orang tua kecewa karena apabila anaknya tak membayar maka diancam tak boleh ujian
Menurut orang tua mengakui jumat (1/09/2023) bahwa pendidikan gratis itu hanya isapan jempol saja bayangkan aja uang hasil kutipan tersebut jumlahnya aja hanya diatas 100 jt/ bulanya. ” Lihat aja jumlah siswa untuk kelas 10 di SMA 1 Lubuk pakam sekitar 365 orang dan kalau kita jumlahnya seluruh siswa kelas 11 dan 12 berakti kurang lebih 1000 orang dengan uang komite untuk kelas 11 dan 12 itu dikutip 100 ribu/ bulanya dan kalau di jumlahkan berakti dana terkumpul 100 jt.” Ok lah kalau biaya guru honor dan mendatangkan pelatih untuk segalanya apakah dana yang dikumpulkan itu semuanya habis dipakai.
Padahal, pendidikan menjadi tanggung jawab negara sesuai UUD 1945. Selain itu, pasal 34 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menetapkan, pemerintah dan pemerintah daerah menjamin terselenggaranya program wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya.
Sementara dalam Peraturan Pemerintah 18/2022, pasal 80 dan 81 menegaskan, pemerintah pusat dan pemerintah daerah membiayai pendidikan dengan alokasi anggaran 20 persen dari APBN atau APBD.” Jadi dana itu kemana masuk apakah ini bukan namanya pungli yang mentasnamakan komite.” Bilang orang tua siswa yang kesal dengan praktek tersebut karena kalau memang dana itu digunakan untuk kepentingan pelajar gak masalah, akan tetapi kalau yang di keluarkan sedikit lebih banyak di poklek ini yang tak bisa di biarkan.” Bilangnya.
Dengan adanya kejadian ini mau dibawa kemana generasi bangsa ini mengigat sejak dini sudah diajari KKN gimana kedepannya nasib bangsa ini
Namun sayangnya saat hendak dikonfirmasi kepada kepala sekolah SMA Negeri 1 Lubuk Pakam menurut security kepseknya baru satu minggu menjabat.” Masih baru pak jadi masih sibuk.” Bilangnya.gom
