28.1 C
Indonesia
Jumat, 17 April 2026

Terkait Pemberitaan Media DS Soal Candaan Sogok Gubsu Ke Bupati Labusel Dinilai Memancing Keributan di Masyarakat

Berita Terbaru

AKTUALONLINE.co.id MEDAN|||
DPD Banteng Muda Indonesia Provinsi Sumatera Utara sangat menyayangkan terkait pemberitaan di media DS soal candaan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) berapa sogokan yang dikeluarkan Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel) Edimin ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Edy bertanya itu karena Pemkab Labusel memperoleh predikat opini wajar tanpa pengecualian (WTP) ke 10 dari BPK

Pemberitaan yang dinaikkan di Media DS soal candaan Gubsu tentang berapa sogokan yang dikeluarkan Bupati Labusel Edimin ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Edy bertanya itu karena Pemkab Labusel memperoleh predikat opini wajar tanpa pengecualian (WTP) ke 10 dari BPK

“Menurut kami, Wartawan profesional dan berkompeten harus bisa bersikap netral dalam menjalankan profesinya. Wartawan hendaknya bisa menyaring dan memilah informasi mana yang sebaiknya disampaikan ke publik dan mana yang tidak pantas disampaikan ke publik. ” Ungkapan Yusri Budi Darma yang merupakan Wakil Sekretaris Internal DPD BMI Sumut

Menurut Yusri, DS salah satu. Media terbesar dan terpercaya tidak selayaknya membuat judul berita seperti itu yang mana membuat pembaca berita tersebut menjadi multitafsir

“Wartawan DS itu seharus nya mengedepan kan berita yang berkualitas sehingga masyarakat positip membaca berita dengan informasi yang ilmiah.Tidak membuat berita yang menimbulkan kegaduhan ditengah tengah masyarakat”. Tegas Yusri yang juga Tokoh Pemuda Masyarakat

Harapan kami Media DS pada menjelang Pemilu Serentak 2024 mampu menjadi Pers yang menjaga netralitas dan membuat berita yang menyejukkan dibaca oleh masyarakat Sumatera Utara sehingga informasi yang sampai ke masyarakat tidak menyesatkan.

“BMI Sumut berharap tahun ini akan dipenuhi banyak agenda politik nasional maupun agenda politik daerah. Oleh karena itu, pers dituntut mengedepankan etika dan keberadaban, bukan mengedepankan berita candaan yang tidak pantas dimuat, karena kami membacanya sangat tendesius.” Ungkapnya.|||Redaksi

Editor: SMTS

Baca Selanjutnya

Berita lainnya