aktualonline.co.id/Deliserdang
Kongkalikong dan pembiaran lahan milik negara seluas 18 ha yang berada di jalan labuhaan tanjung morawa yang di perjual belikan kepada PT Morawa Indah properitindo (MIP) kuat dugaan melibatkan orang kuat di jajaran Pemkab Deli Serdang serta harus segera di usut dan di penjarakan.
Tentu saja, modus cuci tangan yang dilakukan oleh oknum pejabat tersebut memang tampak tergolong rapi cara bermainnya dengan memanfaatkan surat pembebasan lahan ex ptpn II dari kementrian kepada Yayasan Nurul Amaliyah dan selanjutnya dana hasil penjualan di bagikan kepada oknum pejabat tersebut yang di gadang gadang akan maju menjadi bupati deli serdang tahun 2024 yang akan datang.
Menanggpi hal tersebut praktisi hukum Rodalhi Purba SH mengakui bahwa perbuatan tersebut sudah melanggar hukum dan korupsi.” Segera penegak.hukum mengusutnya karena ini masalah serius kok.laham negara di perjualbelikan.” Tandasnya.
Selain itu juga,menurut putra sergai ini lagi dan berkantor hukum BAR Assocoates jalan sudriman lubuk pakam bahwa merujuk surat pembebasan dari kementerian ATR/BPN dan BUMN dan gubernur sumut jelas negara membebaskan lahan tersebut seluas 59 ha kepada yayasan Nurul Amaliyah akan tetapi selanjutnya surat kementrian tersebut digunakan untuk ” mencuri ” tanah negara dan surat yang dikeluarkan.negara digunakan untuk menerbitkan sertfikat HGB kepada PT MIP.” Ini permainan gila dan saya berkeyakinan ada orang besar yang terlibat di dalam penjualan lahan milik negara ini dan sengaja di biarkan.guna memuluskan permainan meraka ini .” Bilangnya.
Jadi, pastinya bahwa sebelum kementrian mengeluarkan surat pelepasan aset mereka tersebut pastinya batas batasnya sudah jelas di terangkan mana yang di bebaskan mana tidak akan tetapi karena asa sesuatu makanya permainan ini dilakukan demi meraup rupiah yang jumlah besar.” Ini permainan gila dan harus segera diusut tuntas karena ada kerugian negara di dalamnya.: Celotehnya.
Harusnya ini jangan dibiarkan dan harus di usut tuntas siapa otak dalam permainan ini dan yang pastinya pemilik yayasan nurul Amaliyah yang awalnya melakukan permohonan pembuatan sertifikat HGB kepada pihak BPN dengan memberikan surat pelepasaan dari kementrian sehingga proses pembuatan sertfikat dilaksanakan.
Usak sertfikat selesai di proses, selanjutnya Yayasan amaliyah melakukan transaksi tersebut kepada PT MIP akan tetapi siapa orang terdekat di pemkab deli serdang yang bermain di belakang layar harus segera diungkap .” Kita gak mau menduga duga siapa yang bermain akan tetapi harus segera di usut karena sudah merugihkan negara.” Imbuhnya.
Menanggapi hal.itu, Asun Lau Kok Sun ketua komunitas etnis tiongha serta putra tanjung morawa mengakui kesal dan kecewa dengan pejabat pemkab deli serdang yang melalukan pembiaran terhadap lahan milik negara tersebut.” Kalau dilahan itu di bangun kantor camat dan puskesmas kan lebih bagus mengigat kantor camat dan puskesmas yang ada tak ubahnya kayak kandang ayam yang mana sumpek juga udaranya tak sehat .” Bilangnya
Namun karena ada niat mencari keuntungan makanya kantor camat tak jadi dipindahkan dan tak akan mungkin pemilik yayasan nurul amaliyah berani melakukan hal itu kalau di belakngnya tak ada orang kuat di pemkab deli serdang,” mustahil itu dia berani kalau tak ada di belakangnya.” Imbuhknya.
Jadi, warga ditanjung morawa ini sudah tau siapa.sebenarnya yang bermain di lahan milik negara ini dan bukan rahasia umum lagi siapa orangnya.gom
