26.6 C
Indonesia
Sabtu, 18 April 2026

Dinas Kesehatan Tulungagung Lakukan Monev Kader Tuberkulosis Yabhysa

Berita Terbaru

AKTUALONLINE.co.id TULUNGAGUNG |||
Guna suksekan program pemerintah dalam penanganan dan penanggulangan kasus Tuberkulosis (TBC) Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung lakukan monitoring dan evaluasi (Monev) kader Tuberkulosis dari Yayasan Bhanu Yasa Sejahtera (Yabhysa) Tulungagung, Rabu (21/6/23).

Dalam kegiatan yang digelar di salah satu kafe ternama di jalan Pahlawan No. 23 kabupaten Tulungagung tampak dihadiri, Kabid P2P Dinkes Tulungagung, Didik Eka, ketua Yabhysa beserta 40 kader TBC aktif dari Yabisa Tulungagung.

Kepala dinas kesehatan Tulungagung, dr. Kasil Rokhmad, M.M.R.S., melalui kepala bidang pencegahan dan pengendalian penyakit (P2P), Didik Eka menerangkan, Tuberkulosis (TBC) di Indonesia merupakan menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang belum terselesaikan saat ini, padahal kuman Tuberkulosis sejak lama ditemukan dan sudah ada obatnya.

Namun ada beberapa kendala dalam permasalahan Tuberculosis ini, diantaranya masyarakat menganggap penyakit keturunan, penyakit guna-guna atau merupakan suatu hal yang tabu sehingga masyarakat kalau dinyatakan Tuberculosis dia akan merasa enggan atau malu untuk berobat ke Faskes.

“Kita akan merubah menset masyarakat bahwa Tuberculosis bukan penyakit yang memalukan atau hal yang tabu dan itu bisa diobati daripada beresiko pada orang yang ada di rumah ataupun di dekatnya sehingga bisa tertular Tuberculosis,” ujar Didik Eka.

Menurutnya, terkait dengan hal tersebut pemerintah mencanangkan bahwa Tuberculosis di Indonesia ini bisa tereliminasi di tahun 2030. Dan ini tentunya tidak bisa dikerjakan oleh pemerintah saja, baik pemerintah pusat, provinsi, ataupun kabupaten, termasuk dinas kesehatan yang mendapat amanah dari Bapak Bupati untuk melaksanakan masalah kesehatan di Tulungagung, maka kita perlu menggandeng beberapa LSM diantaranya adalah Yayasan Bhanu Yasa Sejahtera (Yabhysa) untuk membantu dalam hal penemuan suspek/orang terduga TBC dan penemuan kasus TBC agar segera diobati.

Lanjutnya, Tahun yang lalu kita sudah terlepas dari ketakutan masyarakat akan covid-19. Kawan-kawan kader puskesmas dan kader berbagai organisasi kemasyarakatan termasuk kader Yabisa mulai turun ke lapangan dan mencari suspek-suspek orang terduga TBC.

Dari data Dinas Kesehatan Tulungagung, Didik Eka menyebutkan, ditemukan target kasus TBC ada 2.200 sudah tercapai diangka 52 persen, masih sisa 48 persen dari angka 2.200 itu yang belum kita temukan dan kita obati. Dari target penemuan kasus itu adalah PR kita bersama, untuk tahun ini mudah-mudahan segera kita temukan, dan segera diobati oleh Faskes dengan obat yang gratis, agar tidak menularkan pada orang di dekatnya.

“Jadi 2021 kita mencapai 48% penemuan kasusnya dan di tahun 2022 naik ke 52% harapannya di tahun 2023 ini lebih dari 52% yang kita temukan dan kita obati dari target sebesar 2.200 kasus TBC di Kabupaten Tulungagung,” bebernya.

Sebagai praktisi kesehatan, ,Ia mengatakan, kesehatan itu memang bukan segalanya tapi tanpa kesehatan punya apapun tidak ada artinya. Maka demikian Pihaknya berharap banyak lagi pemerhati-pemerhati program nasional, pemerhati-pemerhati penyakit menular yang ada dimasyarakat kita untuk ditanggulangi bersama dan menjadi public private mix (PPM), yakni campuran dari pemerintah dan swasta termasuk yayasan ini (Yabhysa) untuk bekerja sama menyelesaikan masalah kesehatan.

“Tentunya pemerintah sendiri dengan keterbatasannya akan kita campurkan kegiatan ini agar berjalan dengan seiring dan menyelesaikan masalah-masalah yang ada di masyarakat,” pungkas Didik Eka.

Sementara itu ketua Yabhysa Tulungagung, Cut Mala Hayati Ansari, mengaku sudah bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Tulungagung sejak tahun 2016 melalui program TBC.

“Tugas kita untuk menemukan kasus, lalu melakukan investigasi kontak dan pendampingan pasien hingga sembuh hingga pada pelacakan kasus, maksudnya ketika ada pasien yang berhenti berobat ditengah jalan itu adalah tugas kami dari yayasan,” terangnya.

Sebagai ketua yayasan, pihaknya berharap agar tetap terjalin hubungan harmonis antara Yabhysa dan Dinas Kesehatan Tulungagung sehingga program-program dapat berjalan dengan lancar. ||| Dodik

 

 

Editor : Zul

Baca Selanjutnya

Berita lainnya