27.3 C
Indonesia
Jumat, 17 April 2026

Rahudman Harahap, Sosok Egaliter yang Siap Menjadi Jembatan Rakyat

Berita Terbaru

AKTUALONLINE.co.id MEDAN ||| Walikota Medan ke 15 Drs Rahudman Harahap merupakan salah satu sosok walikota yang cukup fenomenal di eranya.. Ketegasan sikap dan cepat tanggap menjadi style kepemimpinannya.

Sejak ditetapkan menjadi Pjs Walikota ,pada 23 Juli 2009 Rahudman langsung menggebrak dengan ketegasannya menertibkan PKL (Pedagang Kaki Lima) dari trotoar dan fasilitas umum lainnya yang kala itu sangat marak terjadi.

Di masanyalah, sepanjang Jalan Sutomo Medan yang setiap pagi menjadi pusat jual beli hasil bumi dan pusat kemacetan berhasil dibersihkan. Ia pun sukses memindahkan pedagang hasil bumi, sayur mayur dari kawasan Sambu ke Pasar Induk Laucih, yang hingga kini terus berfungsi.

Tak hanya itu, dengan ketegasan dalam menegakkan Perda larangan berjualan di badan jalan dan trotoar, Rahudman pun berhasil menata kawasan seputaran RS Elisabeth dan Sekolah Harapan yang saat itu juga menjadi salah satu titik rawan kemacetan.

Begitu juga PKL di kawasan Jl Dr Mansyur USU di eranya berhasil dibersihkan. Rahudman berhasil pula mendorong pihak swasta dari warga sekitar Padangbulan USU mengembangkan pusat perdagangan baru yangnpopuler dengan sebutan Pajus (Pajak USU) untuk menampung pedagang liar yang berjualan di fasilitas umum.

Rahudman juga sangat tegas dan tanpa ragu menyelamatkan aset Pemko. Di antaranya dengan menguasai areal Cadika dan membangun fasilitas kegiatan Pramuka sekaligus menjadikannya sebagai hutan kota. Kawasan tersebut yang sebelumnya terlantar karena dalam gugatan sejumlah pihak yang mengaku ahli waris lahan , dalam.ketegasannya berhasil dikuasai bahkan Pemko memperoleh HPL (Hak Pengelolaan Lahan).

Begitu juga dengan ketegasannya, Rahudman menyelamatkan aset Pemko berupa lapangan umum di Jalan Krakatau yang kala itu diklaim dimenangkan gugatannya oleh salah seorang yang mengaku ahli waris. Tanpa ragu Rahudman membongkar tembok yang dibangun pihak swastadi atas Lapangan Krakatau untuk kbali dikuasai menjadi fasilitas umum .

Suka blusukan menjadi ciri kepemimpinan Rahudman yang cukup menonjol. Ia kerap menyambangi kantor-kantor OPD/dinas, kantor camat dan kantor lurah. Secara periodik ia akan berkunjung dan berkantor di salah satu kecamatan. Hal tersebut rutin ia lakukan bahkan terkadang secara dadakan menongkrongi kantor-kantor pelayanan seperti Dispenda, Dukcapil dan lainnya.

Hal unik lainnya adalah sikapnya yang senantiasa memossikan dirinya sebagai tuan rumah bagi tamu-tamu dari pusat yang berkunjung meski bukan dalam status undangan pemko.
Rahudman selalu mengupayakan jamuan makan malam yang dibuat di rumah dinas.
Begitu juga setiap ada pergantian unsur Forkopimda baik tingkat Sumut maupun Kota Medan, Rahudman senantiasa menggelar acara lepas sambut di rumah dinas.

Hal fenomenal lain yang bisa dilihat dalam jejak digital adalah rutinitas Yang dilakukannya untuk membuka ruang audiensi kepada berbagai elemen yang ingin bertemu dengannya. Rahudman tercatat sebagai salah satu walikota yang setiap hari hadir di kantor sebelum pukul 08.00 WIB.

Biasanya ruang tamunya sudah standby petugas bagian umum, humas dan di luar telah mengantri 3-5 kelompok yang ingin beraudiensi. Rahudman pun selalu melibatkan OPD terkait untuk menerima tamu sehingga apa yang dikeluhkan dan diharapkan para tamu, langsung bisa dieksekusi jalan keluarnya
Tidak heran jika di masa kepemimpinannya ruang tamu di lantai II kantor walikota penuh dengan kelompok elemen warga yang menunggu jadwal audiensi.
Tidak heran juga jika kala itu, pelataran parkir kantor walikota penuh sesak dengan parkir kendaraan tamu

Soal kedekatan jurnalis dengan Rahudman, jangan tanya lagi. Kemana pun Rahudman begerak, termasuk ke ibukota atau luar kota maka akan ada wartawan serta humas yangendampungi. Dan perjalanan dinas luar kota itu selalu terekspos apa kegunaannya. Bukan hal yang luar biasa jika wartawan luar daerah serta yang tak bertugas di unit pemko, kerap muncul di kantor walikota untuk sekedar ngobrol bercengkarama karena kedekatan yang telah terbina sejak lama

Dimana pun itu, Rahudman tak menolak didatangi dan diwawancari jurnalis. Bahkan lebih kerap Rahudman sendiri yang mendatangi wartawan begitu ia melihatnya.

Style kepemimpinan dan rutinitas yang ia lakukan semasa memimpin Kota Medan itu kembali diungkit dalam Program “Tokoh Bicara” Aktual Channel”, Rabu (8/3) yang dipandu Suwandi Purba.

Atas memori kerja dan kepemimpinannya itu, Rahudman mengungkap dalam dirinya tertanam bahwa seorang pemimpin itu harus punya karakter/integritas, harus bersinergi dan harus berkeadilan.

Untuk mewujudkan itu maka dibutuhkan langkah pertama membangun komunikasi dengan bersilaturahmi membuka diri dengan semua lapisan tanpa membedakan agama, suku dan asalnya. Setelah itu, bangun sinergi dengan semua elemen dan koordinasikan bersama Forkoppimda. Jika tahapan itu berjalan maka akan serta merta berlangsunglah tata kelola pemerintahan yang benar dan dari situlah keadilan bisa didapatkan masyarakat.

“Maka saya konsisten blusukan ke tengah masyarakat. Menerima audiensi setiap harinya di ruang kerja saya dari pagi bahkan bisa sampai sore. Menjamu dan menghormati para tamu kita. Saya ingin mendapatkan langsung apa yang dikeluhkan dan yang diharapkan masyarakat kita termasuk para tamu . Dari situ kita bisa membuat kebijakan terbaik dan itulah yang bisa memberikan kepercayaan rakyat ,” jelas Rahudman Harahap .

Ia mengaku dirinya adalah seorang yang menganut faham egaliter atau memandang sama/sederajat siapa pun itu, dan menolak oligarki.

“Saya akan menghidupkan kembali cara-cara kerja saya melakukan blusukan, menemui rakyat untuk mendengar keluhan dan harapannya, serta memperjuangkannya di DPR RI dengan keras untuk kepentingan restorasi dan perbaikan negara ini. Saya siap menjadi jembatan rakyat,” tegasnya.

Drs Rahudman Harahap MM saat ini menjadi Ketua Dewan Pakar Partai Nasdem Sumut dan tengah mempersiapkan diri sebagai Caleg DPR RI daerah pemilihan Medan, Deli Serdang dan Serdang Bedagai. ||| Red

Baca Selanjutnya

Berita lainnya