AKTUALONLINE.co.id TULUNGAGUNG |||
SMPN 2 Campurdarat laksanakan Asesmen Nasional Berbasis Komputer pada gelombang pertama, di ikuti siswa kelas Vlll bertempat di ruang Asesmen SMPN 2 Campurdarat kabupaten Tulungagung.
Dalam kegiatan tersebut di bagi dalam Dua sesi, tanggal 19 dan 20 september 2022, pada sesi pertama ada dua ruang dan sesi kedua ada satu ruang.
Perihal ini di sampaikan oleh Kepala SMPN 2 Campurdarat, Sri Wahyuni, Mpd, pada Awak media, Kamis (29/9). Ia juga mengatakan sebelumnya peserta di adakan gladi bersih pada tanggal 12 – 13 September 2022, dengan pengawas dari SMPN 1 Campurdarat.
Sri Wahyuni menjelaskan bahwa anak-anak yang mengikuti ANBK kali ini dipilih secara acak sebanyak 45 siswa, dengan cadangan 5 siswa yang mewakili Kelas VIII di SMPN 2 Campurdarat.
“Dari 45 anak dan 5 cadangan tersebut diacak oleh sistem. Jadi bukan dari pihak sekolah yang menentukan. Cadangan 5 anak ini akan dipilihkan jika dari 45 anak tersebut ada yang berhalangan,” jelasnya.
Selanjutnya, Sri Wahyuni memaparkan, Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) adalah evaluasi yang dilakukan oleh pemerintah untuk pemetaan mutu sistem pendidikan pada tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah dengan menggunakan instrumen asesmen kompetensi minimum, survei karakter, dan survei lingkungan belajar.
Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) adalah pengukuran kompetensi peserta didik dalam Literasi Membaca dan Literasi Matematika (Numerasi).
Literasi Membaca adalah kemampuan untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks untuk menyelesaikan.
Numerasi adalah kemampuan berpikir menggunakan konsepy prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan untuk individu sebagai warga negara Indonesia dan dunia.
Survei Karakter adalah pengukuran terhadap sikap, kebiasaan, nilai-nilai (values) berdasarkan enam aspek Profil Pelajar Pancasila.
Survei Lingkungan Belajar adalah pengukuran kualitas pembelajaran dan iklim sekolah yang menunjang pembelajaran pada satuan pendidikan.
“Dengan terlaksananya ANBK ini, kami berharap dapat menjadi potret input, proses dan output Satuan Pendidikan kami, sehingga dapat meningkatkan kualitas belajar mengajar, meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi,” tutur Sri Wahyuni.
“Dan akhirnya dapat memaksimalkan karakter peserta didik sebagai profil pelajar Pancasila,” pungkasnya. ||| Dodik
Editor : Zul
