AKTUALONLINE.co.id – Medan II Senior Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Sumut, seperti Gandi Parapat, Effendi Naibaho, Tahan Panggabean, Sihar Cibro, Tua Abel Sirait, dan Swandi Purba melayat ke rumah duka mantan pengurus GAMKI alm. Dohardo Harianja.
Berpulangnya alm Dohardo Harianja pada Senin 15 April 2024 menimbulkan duka cita yang mendalam bagi keluarga para senior GAMKI Sumut, mengingat begitu banyak kenangan manis dan pahit yang dilalui bersama saat berorganisasi.
Meski begitu, para senior GAMKI Sumut yang hadir pura-pura tampak kuat saat memberikan pangapulion atau penghiburan terakhir mereka untuk alm. Dohardo Harianja. Gandi Parapat misalnya menyampaikan kembali memori saat di bersekolah di Tarutung dahulunya. Ia bersaksi bahwa kawan SMAnya itu merupakan sosok yang kuat.
“Tidak ada manusia yang tidak punya masalah dan dalam keluarga kalau tidak ada masalah keluarga itu tidak manusia, Dohardo ini satu kelas saya di SMA Tarutung. Lae ini tidak pernah mengeluh walaupun menghadapi masalah berat,” ungkap Gandi dengan kesedihan, Kamis (18/4/2024) siang.
Ia juga menyampaikan titip salam duka mendalam dari Bakal Calon Bupati Toba Dr. Robin Sitorus SH.,MH.,MM yang telah berencana datang untuk melayat, namun terhambat oleh tugasnya di luar kota.
Tua Abel Sirait sebagai inisiator acara penghiburan terakhir itu juga tampak lemah dengan mata berkaca-kaca. Ia mengenal Almarhum sejak tahun 1995. Selain itu, mereka pernah sama-sama mengurusi pemenangan salah satu calon dalam Pilkada di Tapanuli Utara tahun 2013. Dohardo Harianja adalah ketua timses, dan ia adalah wakilnya, ada juga Nimbrot Situmeang. Abel ingat betul almarhum merupakan sosok yang gigih.
“Dia itu senior saya di GAMKI, saya mengenalnya tahun 1995. Yang paling sering kami berkomunikasi itu, saat menjadi timsesnya Sanggam Hutapea Pilkada Taput Tahun 2013. Sebagai ketua, saya melihat dia sangat gigih berjuang,” ucap Abel.
Diketahui, kebaktian turut berduka cita dipandu Guntur Manurung. Masing-masing senior GAMKI Sumut yang hadir memberikan penghiburannya hingga satu jam berjalan tidak terasa dilalui. Melalui kehadiran itu, mereka juga berharap agar keluarga tabah menerima kepulangan alm Dohardo Harianja. II Prasetiyo




