Today

Trio Ambisi Bangkitkan Nostalgia di PRSU, Lagu Batak Tak Lekang Zaman

Redaksi

FOTO : Trio Ambisi tampil di panggung utama PRSU. (AktualOnline/Ist)


‎AKTUALONLINE.co.id, MEDAN // Malam ke 22 di panggung utama Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2026 berubah menjadi ruang penuh nostalgia ketika Trio Ambisi tampil memukau di hadapan ribuan pengunjung, Sabtu (25/7/2026) malam.

‎Selama hampir satu jam, trio legendaris asal Sumatera Utara itu membius penonton melalui deretan lagu-lagu populer yang telah menjadi bagian dari perjalanan musik Batak lintas generasi.

‎Sejak membuka penampilan, Andy Situmorang, Eli Simanjuntak, dan Joe Harlen Simanjuntak berhasil menciptakan suasana hangat dan emosional.

‎Lirik-lirik yang sarat makna dipadukan dengan harmoni vokal khas Trio Ambisi, membuat penonton larut bernyanyi bersama, menciptakan pemandangan yang memperlihatkan kuatnya ikatan masyarakat Sumatera Utara terhadap karya-karya musik daerah.

‎Suasana semakin mengharukan ketika lagu “Jangan Sampai Tiga Kali” menggema di panggung. Dari tengah kerumunan, terdengar teriakan seorang pengunjung, “Jangan pensiun!”

‎Seruan itu langsung disambut tepuk tangan panjang, seolah menjadi ungkapan kerinduan masyarakat terhadap grup vokal yang telah mewarnai industri musik Batak selama puluhan tahun.

‎”Malam ini kami memang datang khusus untuk mendengar lagu-lagu Ambisi,” ujar seorang penggemar yang hadir bersama keluarganya. Mayoritas penonton yang didominasi kaum ibu tampak hafal setiap lirik lagu, bahkan turut bernyanyi dan berjoget ria.

‎Andy Situmorang mengisahkan, Trio Ambisi dibentuk oleh Charles Simbolon pada 1989 dan telah melahirkan banyak album serta lagu yang hingga kini tetap dikenang. Meski kini menyandang predikat grup legendaris, sambutan hangat masyarakat di PRSU menjadi kebanggaan tersendiri bagi mereka.

‎”Ternyata respons masyarakat masih luar biasa. Kami sendiri merasa sudah menjadi grup legendaris di tengah perkembangan industri musik. Namun malam ini membuktikan bahwa penggemar masih mengenal dan mencintai Trio Ambisi. Itu kebanggaan terbesar bagi kami,” ujar Andy seusai tampil.

‎Menurutnya, penonton dari berbagai kelompok usia menikmati setiap lagu menunjukkan bahwa musik Batak tidak hanya hidup di kalangan generasi lama, tetapi juga diwariskan kepada generasi muda.

‎”Yang tua dan muda sama-sama menikmati. Mungkin dulu orang tua mereka sering memutar lagu-lagu Ambisi di rumah, sehingga anak-anak sekarang ikut mengenal dan penasaran,” kata salah seorang personel.

‎Bagi masyarakat Sumatera Utara, musik Batak bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari identitas budaya yang merekam kisah kehidupan, kasih sayang, perantauan, hingga nilai kekeluargaan.

‎Melalui panggung PRSU ke 50, kekayaan budaya itu kembali dipertontonkan sebagai warisan yang tetap relevan di tengah arus modernisasi.

‎Eli Simanjuntak menilai PRSU bukan sekadar pesta rakyat, tetapi juga etalase budaya yang mempertemukan seni, tradisi, kuliner, dan produk kreatif masyarakat Sumatera Utara dalam satu ruang bersama.

‎”Sumut memiliki kekayaan budaya dan kuliner yang luar biasa. Semoga PRSU ke depan semakin meriah sehingga mampu menjadi penggerak ekonomi kreatif sekaligus memperkenalkan budaya daerah kepada generasi muda,” ujarnya.

‎Trio Ambisi membawakan sejumlah lagu yang telah melekat di hati masyarakat, di antaranya Jangan Sampai Tiga Kali, Unang Au Sai Solsoli, Kemesraan Antara Kita Berdua, Unang Parmeam-Meam, Mana Mungkin Mendua Hati, Cinta yang Tulus, hingga Demi Kau dan Si Buah Hati.

‎Penampilan Trio Ambisi menjadi salah satu momen paling berkesan di PRSU ke-50. Di tengah perkembangan musik modern, mereka membuktikan bahwa karya-karya yang lahir dari akar budaya tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat.

‎Malam itu, panggung PRSU bukan hanya menjadi arena hiburan, tetapi juga ruang yang menghubungkan kenangan, memperkuat identitas budaya, dan menegaskan bahwa musik Batak akan terus hidup melintasi zaman. (Red/tim)

READ  Konglomerat Mujianto Didakwa Kasus Dugaan TPPU Sebesar Rp39,5 M

Related Post