Today

Rudi Hermanto: Pengurus DPC PDIP Medan Bergabung ke Ormas MPI, Pelanggaran Serius AD/ART

Alfin Sirait

AKTUALONLINE.co.id – MEDAN ||| Kader PDI Perjuangan (PDIP) Sumatera Utara, Rudi Hermanto, menilai keikutsertaan tiga pengurus DPC PDIP Kota Medan dalam organisasi kemasyarakatan (ormas) Matahari Pagi Indonesia (MPI) sebagai pelanggaran serius terhadap Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai.

Menurut Rudi, persoalan tersebut tidak bisa dianggap sepele meskipun yang bersangkutan beralasan telah keluar atau menyebut ormas tersebut tidak terafiliasi dengan partai politik tertentu.

“Ini jelas menyalahi aturan partai dan merupakan persoalan serius yang tidak bisa diabaikan begitu saja,” ujar Rudi saat menjawab pertanyaan wartawan, Selasa (7/4/2026).

Ia mencontohkan kasus yang pernah terjadi pada Rustiningsih, kader PDIP yang saat itu menjabat Wakil Gubernur Jawa Tengah dan juga menjadi Ketua Ormas NasDem di wilayah tersebut.

“Waktu itu beliau beralasan tetap kader setia PDIP dan bergabung di ormas karena tidak terafiliasi langsung dengan Partai NasDem. Namun alasan tersebut tidak dapat diterima hingga akhirnya berujung pemecatan,” jelasnya.

Rudi menilai kasus tersebut memiliki kemiripan dengan kondisi yang terjadi saat ini, di mana tiga kader PDIP Medan disebut bergabung bahkan menjadi pengurus Ormas MPI, yang dinilai memiliki kedekatan dengan elite Partai Gerindra.

Sementara itu, para fungsionaris PDIP Medan yang bergabung ke MPI beranggapan tidak melanggar aturan partai karena ormas tersebut tidak secara resmi terafiliasi dengan partai politik.

“Perlu diingat, saat itu Ibu Puan Maharani selaku Ketua DPP menegaskan bahwa PDIP tidak mentolerir kader yang plin-plan dan bermain dua kaki, sehingga dilakukan pemecatan,” ungkap Rudi.

Ia pun mengingatkan jajaran DPD PDIP Sumatera Utara dan DPC PDIP Medan agar tidak memandang enteng persoalan tersebut. Menurutnya, partai yang dibangun oleh Ketua Umum Megawati Soekarnoputri berdiri di atas prinsip integritas dan karakter yang kuat.

READ  Tanggap Bencana, PKH Gelar Rapat Koordinasi Investigasi Pasca Bencana Alam Wilayah Sumut Aceh dan Sumbar

“Bergabungnya kader ke ormas MPI patut dipertanyakan dari sisi integritas dan loyalitasnya. Jika sudah demikian, apakah mereka masih layak dipertahankan sebagai pengurus?” tegasnya.

Rudi juga mengingatkan bahwa jika ketiga kader tersebut tetap dipertahankan, hal itu berpotensi menimbulkan pertanyaan di tingkat akar rumput serta dapat memengaruhi citra dan soliditas partai.

Ia berharap kader yang dinilai “bermain dua kaki” segera dievaluasi dari kepengurusan DPC. Selain itu, ia juga meminta DPP PDIP, khususnya yang menangani wilayah Sumatera Utara, memberikan penjelasan yang utuh dan objektif agar Ketua Umum dapat mengambil keputusan yang tepat.

Sebelumnya, tiga kader PDIP Medan, yakni Boydo Panjaitan, Fuad Akbar, dan Fitriani Manurung, diketahui dilantik sebagai pengurus Matahari Pagi Indonesia. Belakangan, ketiganya juga dilantik menjadi pengurus inti DPC PDIP Medan sebagai sekretaris, bendahara, dan wakil ketua.

Pelantikan tersebut hingga kini masih menuai polemik, seiring belum diterbitkannya Surat Keputusan (SK) kepengurusan DPC PDIP Medan oleh DPP PDIP. ||| Rait

Related Post