FOTO : Penampilan musik lokal di panggung utama. (AktualOnline/Ist)
AKTUALONLINE.co.id, MEDAN,– Pertunjukan musik di panggung utama Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) tidak hanya oleh artis artis nasional melainkan juga menghadirkan local talent, musisi musisi Sumatera Utara dari berbagai genre.
Ini suatu bukti bahwa PRSU, tak semata memikirkan nilai komersil berupa show artis terkemuka dari ibukota, yang sudah jelas pangsa pasarnya seperti Nasar, The Changcuters, Laode dan sebagainya yang pada penyelenggaraan tahun ini didapuk menghibur pengunjung di panggung utama PRSU.
Penampilan penyanyi dan grup musik Sumatera Utara khususnya dari Kota Medan, pada malam tertentu di panggung yang sama, membuktikan penyelenggara PRSU kali ini mengapresiasi potensi talent lokal.
Dengan kata lain, sebuah indikator bahwa penyelenggara tak hanya memikirkan sisi laba semata, melainkan juga mempunyai rasa tanggung jawab terhadap tumbuh kembangnya talenta talenta di Sumatera Utara.
Bukan hanya grup band melainkan juga menampilkan pertunjukan tematik, yang menghadirkan artis artis daerah ini dari berbagai genre dan keunikannya.
Meskipun tidak mengundang penuh penonton seperti show artis nasional yang telah punya nama, namun patut disyukuri bahwa penyelenggara PRSU tidak menutup mata atas artis dan band lokal.
Tidak selalu band band lokal mendapatkan kesempatan bermain di panggung sebesar main stage PRSU. Tampil di panggung besar dengan dukungan sound dan lighting standar konser, merupakan impian ‘anak band’ apalagi pada saat dan panggung yang sama tampil artis atau band berskala nasional.
Penampilan ASID band
Bagi band band lokal, tampil di panggung besar seperti main stage PRSU merupakan suatu keinginan, pengalaman berkesan dan berharga karena semua fasilitas pendukung pertunjukan tidak berbeda dari yang dipakai oleh artis Jakarta
Sebagaimana diungkapkan oleh Didi, vokalis Morbid yang tampil bersama band project Roll Jack di PRSU pada Senin malam (20/7) pekan lalu, meski tidak dipenuhi penonton namun tampil di PRSU menambah portofolio, dan membangkitkan gairah bermusik karena tampil di panggung besar, lengkap dengan tata lampu dan sound standarnya sebuah konser akbar.
Senada dengan tanggapan vokalis band rock DQ Project, Diurnanta yang pernah bersama bandnya menjadi band pembuka konser NAFF di PRSU pada tahun 2017, tampil di panggung besar PRSU merupakan sebuah pengalaman berkesan dan membanggakan, apalagi menjadi band pembuka grup ternama.
“Atmosfernya sangat berbeda dengan ketika menyanyi di kafe kafe, ada tantangan tersendiri bagaimana menaklukkan emosional penonton yang datang dari berbagai latar belakang,” ujar Diur yang juga seorang jurnalis musik Medan mengenang penampilan DQ Project, yang kala itu diperkuat vokalis utama Bais, yang kini penyanyi grup rock sohor Power Metal menggantikan Arul.
Kala itu, DQ Project membawakan lagu lagu God Bless, Power Metal, Scorpions, Helloween dan lain lain. Sambutan penonton pun sangat menggembirakan. Mereka larut dalam sukacita mengikuti irama.
“Kita pantas berterimakasih dan menaruh apresiasi yang tinggi kepada pihak penyelenggara PRSU yang telah memberikan kesempatan bagi talen talen musisi lokal, dari Sumatera Utara untuk unjuk kemampuan serta menghibur pengunjung PRSU, kendatipun mungkin tidak seramai saat konser artis nasional.
Hal ini sesuatu yang wajar dalam industri pertunjukan musik. Bagaimanapun hadirnya talent lokal di panggung utama suatu bukti bahwa penyelenggara tidak melupakan musisi di Sumut, ” ujarnya.(Red/tim)




