AKTUALONLINE.co.id LANGKAT
Proyek irigasi di Dusun 8 Sisira, Desa Bukit Selamat, Kecamatan Besitang Kabupaten Langkat. Proyek itu, diduga merupakan proyek “Siluman”.
Pasalnya, di lokasi pekerjaan tidak tampak adanya Plank Proyek, seperti tertuang dalam Perpres tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah.
Safii (62) warga Desa setempat yang dikonfirmasi Wartawan di lokasi pengerjaan, Sabtu (31/1/2026) mengatakan, sejak dimulainya pengerjaan tidak terlihat adanya plank proyek.
Ditambahkan Safii, proyek irigasi itu saat ini sedang dilaksanakan dan dimulai pada awal TA 2026.
“Kami warga disini, tidak tau ini proyek dari mana, karena tidak terlihat siapa perusahaan pelaksana atas pekerjaan ini, dan nilai proyeknya juga tidak diketahui, informasi panjang irigasi itu sekira 500 meter” terangnya.
Sementara Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Wahyu yang dikonfirmasi Sabtu (31/1/2026) menjelaskan, proyek yang dikerjakan merupakan Proyek Luncuran,Namun Wayhu tidak menjelaskan proyek luncuran tahun berapa dan nilai proyeknya berapa serta nama perusahaan pelaksananya.
Melalui pesan telepon selulernya nya tertulis, “Info dari Dinas pu, diluncurkan pak, karena belum selesai,” jelasnya.
Informasi dihimpun, Proyek Irigasi D.I Sisira Kecamatan, Besitang (DAK) Tahun Anggaran (TA) 2024, merupakan proyek putus kontrak.
Khabarnya proyek luncuran itu, kini dikerjakan oleh kontraktor dari Kota Binjai. Proyek itu dari anggaran DAK, jika kemudian tidak selesai, dananya harus kembali ke negara kenapa disebut anggaran luncuran apalagi dilaksanakan Kementerian.
Sementara, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Rakyat Anti Korupsi dan Penyelamatan Aset Negara (Gakorpan) Sumut Hotbin Simbolon kepada Wartawan Minggu (1/2/2026), mengatakan, Pekerjaan Irigasi untuk pangan ini sebaiknya tidak dikerjakan asalan, kan dananya cukup besar,” tegasnya.
Dia menambahkan,proyek Irigasi itu diharapkan dapat menyelamatkan ratusan hektar sawah. Jangan dipermainkan, jika benar ada permainan, harus diusut tuntas,”
“Dalam pelaksanaanya, terlihat ada kejanggalan dalam proyek irigasi mendukung pangan itu, kenapa proyek putus kontrak di luncurkan ke 2026,” terangnya mengakhiri.||| AS
Editor : Red




