Screenshoot video IG Dishub Medan menunjukkan seorang petugas Dishub Medan Juanda sedang mencabut stiker barcode parkir berlangganan (kiri) dan caption video menginformasikan pembatalan kebijakan parkir berlangganan. (Foto: Ist/Aktual Online)
AKTUALONLINE.co.id – Medan || Pengamat Kebijakan Publik Bobby Indra Prayoga mengkritik Wali Kota Medan yang membatalkan kebijakan parkir berlangganan hanya melalui caption di Instagram (IG) Dishub Kota Medan tanpa menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwal) sebagai pengganti Perwal 26 Tahun 2024 tentang Petunjuk Pelaksanaan Parkir Berlangganan di Tepi Jalan Umum.
Menurutnya, pengambilan keputusan tersebut tidaklah benar dan dapat menimbulkan kekacauan baru hingga tercipta asumsi negatif publik karena pembatalan kebijakan parkir berlangganan ini memakai teknik menyicil seakan menunjukkan sebuah kesungkanan dengan penggagas lama.
“Kebijakan parkir berlangganan itu kan ada dasarnya yakni Perwal 26 Tahun 2024. Harusnya, kalau mau dibatalkan ya harus ada Perwal baru,” jelas Bobby Indra Prayoga, Kamis (28/8/2025) sore.
Ia juga mengingatkan agar Wali Kota Medan tidak terburu-buru untuk membuat sebuah kebijakan. Jika memang menganggap aturan parkir berlangganan tidak baik untuk dilanjutkan, maka harus ada regulasi baru untuk membatalkan dengan pertimbangan sebuah kajian akademis yang mempertimbangkan baik buruknya bagi masyarakat.
Menanggapi pernyataan itu, Ketua Cahaya Kemenangan Prabowo (Cakep) Jauli Manalu mengatakan bahwa lolosnya pembatalan kebijakan parkir berlangganan disebabkan oleh ketidakmampuan Wali Kota Medan Rico Tri Bayu Putra Waas dalam memahami regulasi.
Atau memang Rico Waas kecolongan atas keputusan Dishub Medan sehingga muncul postingan mengumumkan pembatalan parkir berlangganan tanpa ada terbit Perwal yang baru. Tidak salah beberapa waktu ini ada pihak yang memberikan gelar kepadanya sebagai ‘Wali Kota lengkuas’.
“Pantaslah dijuluki Wali Kota lengkuas. Namanya Wali Kota lengkuas. Harusnya jangan ragu. Kalau dibatalkan ya batalin. Tapi pertanyaannya kemana pergi uang masyarakat. Ada berapa terkumpul. Buat malu masa pemerintahan Presiden Prabowo saja. Nanti kena periksa, baru sibuk semua,” tegas Jauli.
Sementara itu, Wali Kota Medan Rico Tri Bayu Putra yang dihubungi Aktual Online, hingga berita ini diterbitkan belum memberikan komentar apapun terkait pembatalan kebijakan parkir berlangganan.|| Prasetiyo




