AKTUALONLINE.co.id TULUNGAGUNG |||
Pemerintah Desa Jatidowo, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, bekerja sama dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, menggelar pelatihan pengolahan pakan fermentasi bagi peternak kambing. Kegiatan berlangsung di Balai Desa Jatidowo pada Kamis (4/6/2026) dan diikuti oleh 50 peserta.
Acara pembukaan dihadiri Muspika Kecamatan Rejotangan, Plh Kepala Desa Jatidowo Zaenal Arifin, BPD, serta Kepala UPT Budidaya Ternak Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tulungagung, Sugeng Priyambudi, S.Pd., yang bertindak sebagai narasumber.
Dalam pelatihan, peserta diperkenalkan berbagai metode pengolahan pakan ternak, antara lain silase, hay, amoniasi_jerami, serta pembuatan ransum dan konsentrat.
Sugeng menjelaskan bahwa bahan utama pembuatan silase terdiri dari hijauan seperti rumput gajah, tebon, atau pucuk tebu, yang kemudian dicampur dengan dedak halus (5 kg per 100 kg hijauan), tepung jagung (3,5 kg), ampas sagu (7 kg), dan tetes tebu. Proses pencampuran dilakukan hingga merata, lalu dimasukkan ke dalam drum kedap udara yang dilapisi plastik, dan disimpan selama minimal 21 hari.
Para peserta juga diperkenalkan dengan alat sederhana yang digunakan dalam proses pembuatan silase, seperti drum, sabit, cangkul, terpal, timba, dan gembor. Dengan peralatan tersebut, hijauan dipotong sepanjang 5-10 cm, diratakan, kemudian dicampur dengan bahan tambahan sebelum difermentasi.
Silase yang baik ditandai dengan aroma harum manis khas fermentasi, tidak berjamur, tidak menggumpal, berwarna coklat kehijauan, serta memiliki tingkat keasaman (pH) antara 4 hingga 4,5.
“Dengan teknik fermentasi, pakan ternak menjadi lebih awet, bergizi, dan mendukung program penggemukan kambing secara efektif,” jelas Sugeng.
Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan tanaman Indigofera, sebagai sumber hijauan alternatif yang kaya protein dan dapat mendukung kebutuhan pakan berkelanjutan.
Plh Kepala Desa Jatidowo, Zaenal Arifin, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi masyarakat desa melalui sektor peternakan.
“Kami berharap dengan adanya pelatihan ini, para peternak kambing di Jatidowo dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan, sekaligus menjaga ketahanan pangan lokal,” ujarnya.||| Dodik S
Editor : Zul






