Today

‎Pedagang Pusat Pasar Seakan-akan Hanya Komoditi Politik, Ini Jejak Digital Rico Waas Saat Kampanye ‎

Prase Tiyo

Kolase foto sebelum Rico Tri Putra Bayu Waas menjadi Wali Kota Medan saat mendekati pedagang Pusat Pasar (kiri) dan setelah terpilih sebagai Wali Kota Medan sulit ditemui pedagang Pusat Pasar (kanan). (Foto: Ist/Aktual Online)




‎AKTUALONLINE.co.id – Medan || Para pedagang Pusat Pasar seakan-akan dijadikan komoditi politik bagi Rico Tri Putra Bayu Waas untuk mencapai posisinya saat ini sebagai Wali Kota Medan.

‎Kritik pedas Korwil Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI) Gandi Parapat ini diungkapnya berdasarkan analisis jejak digital Rico Waas di Pusat Pasar 20 September 2024 silam guna mendulang suara dari para pedagang.

‎Setelah menjadi Wali Kota, Rico Waas bukan tidak hanya sulit dijumpai namun juga tidak kunjung menyahuti desakan para pedagang Pusat Pasar agar memecat Plt Dirut PUD Pasar Imam Abdul Hadi dan Dirop Ismail Pardede yang mereka anggap bertanggungjawab atas dibiarkannya sarana dan prasarana lapak jualan rusak.

‎Di sisi lain kesibukan Rico Waas sehingga sulit menemui pedagang Pusat Pasar, politisi dari Partai Nasdem ini malah mampu berkunjung dan menemui pedagang Pasar Petisah, Rabu (2/7/2025) siang.

‎”Seakan-akan pedagang Pusat Pasar ini hanya komoditi politik saja. Ini bukan hal baru dan biasa terjadi setelah Pemilu atau Pilkada. Meskipun begitu, bukan berarti pedagang menyerah. Teruskan perjuangan. Terus desak Wali Kota Medan sampai tuntutan dikabulkan. Ingat, kekuatan terbesar itu di tangan rakyat, tapi harus kompak. Kau terpecah belah, ya sama saja tidak akan berhasil,” ungkap Gandi Parapat.

‎Sementara itu, Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSINDO) Milenial Medan Dedi Harvisyahari menjuluki Wali Kota Medan Rico Waas sebagai ‘lengkuas’ karena melihat masyarakat Medan seperti melihat rendang, jika tidak menguntungkan maka tidak mau datang.

READ  Ketua DPC Gerindra Tapteng: Sugeng Riyanta Harus Tindak ASN Terlibat Politik

Dedi Harvisyahari pun menilai Rico Waas sebagai pemimpin yang banyak pansos di media sosial demi meningkatkan citra positif belaka, namun kinerja nihil. Hal ini dibuktikannya dengan tidak adanya kebijakannya terhadap tuntutan para pedagang untuk memecat Plt. Dirut PUD Pasar Medan Imam Abdul Hadi dan Dirop Ismail Pardede dalam kasus pembiaran kerusakan sarana dan prasarana Pusat Pasar.

“‎Gak etis aja, ketika massa pedagang berbicara tentang kondisi pusat pasar malah dia datang ke pasar Petisah, ini menandakan dia ( walikota Medan) memang tidak faham dengan kondisi yang ada, dan ini menandakan dia emang gak tau mana yang harus di lakukan untuk perbaikan pasar sebagai pusat ekonomi masyarakat kota Medan. Kita liat hanya pencitraan semata, kerja nihil dan hanya kami gelar walikota spesial seremoni atau walikota lengkuas yang dipikir masyarakat Medan rendang,” cibirnya.

Wali Kota Medan Rico Waas ya g dihubungi Aktual Online tidak menanggapi kritik dari Korwil PMPHI Gandi Parapat maupun Ketua APPSINDO Dedi Harvisyahari tersebut. Namun ia menyatakan akan segera berkunjung ke Pusat Pasar

“Akan segera ke Pusat Pasar,” terangnya melalui aplikasi perpesanan.|| Prasetiyo

Related Post