Today

Pedagang Muslim Pasar Simalingkar Dilarang Sholat, Penjelasan Dirop PUD Pasar Medan Ambigu

Prase Tiyo

AKTUALONLINE.co.id – Medan II Penyulapan mushola yang diperuntukkan bagi pedagang muslim di Pasar Simalingkar menjadi kios kembali diungkit. Meski mengaku seperti dilarang beribadah, namun mereka takut mengutarakan hal tersebut karena akan mendapat tekanan dan lapak jualan diganggu.

Alhasil, peristiwa tersebut dibeberkan oleh Ibrahim Ahmad Tanjung atau Boim dan Siswarno yang merupakan pihak pro Dirut Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pasar Kota Medan Suwarno saat datang ke redaksi Aktual beberapa waktu lalu.

Keduanya secara blak-blakan menuding bahwa perubahan peruntukan tempat ibadah terjadi saat Dirop PUD Pasar Medan Ismail Pardede menjadi Kepala Cabang. Bahkan keduanya menduga pria beristri dua itu terlibat di dalam wacana perobohan tempat sholat tersebut. Sebab, hingga menjadi direktur operasional, musholla tetap tinggal kenangan.

“Kasihan pedagang di sana bang. Musholanya dihancurkan, mereka ngeluh jauh kalau mau sholat. Mainan Ismail Pardede itu bang,” cerita Boim kepada Aktual Online.

Pengakuan mereka, kasus ini sengaja dibuka ke publik agar tidak hanya Suwarno saja yang menjadi sasaran tembak pemberitaan. Apalagi selama ini mereka menyaksikan di internal PUD Pasar Kota Medan telah terjadi gesekan antar direktur karena pemilik usaha kelapa di Pasar Petisah itu mulai menyetop uang masuk para direktur lainnya, salah satunya milik Ismail Pardede.

Sementara itu, Dirop PUD Pasar Kota Medan Ismail Pardede mengakui bahwa pada masanya memang mushola di Pasar Simalingkar dihancurkan dan dibuat menjadi kios. Namun ia menegaskan bahwa Kepala Pasar saat itu juga andil dalam urusan pengajuan pelenyapan rumah ibadah untuk pedagang muslim tersebut.

“Kita saat itu kepala cabang bang..sifat nya mengetahui sementara usulan dari kepala pasar saat itu,” tulisnya dalam pesan WhatsApp.

READ  HUT ke-78 Sumut, Gubsu Sebut Kolaborasi Kunci Wujudkan Daerah Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

Namun Ismail Pardede mulai membuat jawaban ambigu setelah dicecar soal regulasi ataupun dasar kesepakan mereka lebih memilih membangun kios untuk komersil dibanding mempertahankan peruntukan rumah ibadah bagi pedagang muslim Pasar Simalingkar.

“Ada tahapan dan proses yg di mohon kan oleh kepala pasar. Yg ditujukan kpd direksi saat itu dan berdasarkan administrasi surat yg mereka mohon kan itu yg kita ketahui sebagai kepala cabang,” terangnya mengambang.

Sementara itu, Aktivis ’98 Acil Lubis yang dimintai komentarnya menyatakan ngeri atas persoalan di internal PUD Pasar Kota Medan saat ini. Berdasarkan cerita yang disampaikan Aktual Media Grup, Acil bertambah yakin bahwa PUD Pasar Kota Medan harus disegarkan dengan mencopot Suwarno selaku dirut dan Ismail Pardede selaku dirop.

“Payah bilang lagi lah pak Wali. Copot sajalah cepat. Kalau tidak makin lama makin besar persoalan ini. Bukannya menyelesaikan, malah jadi perang antar direktur ini,” tegas Acil Lubis, Sabtu (18/5/2024) sore.

Selain persoalan Ismail Pardede, Dirut PUD Pasar Kota Medan Suwarno juga diterpa badai masalah. Mulai dari persoalan kebocoran parkir Rp470 juta di Pasar Marelan, munculnya bukti setoran kamar mandi oleh pengawas internal yang cenderung ke arah tindak korupsi, pengkondisian rekrutmen honorer oleh orang dalam, fasilitas pasar tradisional yang tidak kunjung diperbaiki, hingga membatasi diri dengan Aktual yang mengkonfirmasi soal temuan di perusahaan plat merah itu dengan tidak menunjukkan bukti kebenaran malah melaporkan ke dewan pers.II Prasetiyo

Related Post