AKTUALONLINE.co.id TULUNGAGUNG |||
Semangat petani Tulungagung berpadu dengan momentum Hari Tani Nasional 2026 melalui panen perdana tebu program Bongkar Ratoon di Desa Bolorejo, Kecamatan Kauman, Rabu (7/10/2026).
Acara ini dihadiri Plt. Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin bersama jajaran Forkopimda, Kepala Dinas Pertanian, manajemen PG Mojopanggung (PT Sinergi Gula Nusantara), penyuluh pertanian, serta kelompok tani setempat.
Panen perdana dilakukan di lahan seluas 4,55 hektare dengan taksasi produksi mencapai 90 ton per hektare. PG Mojopanggung sendiri menargetkan musim giling berlangsung 148 hari, mulai 3 Juni hingga 25 Oktober 2026, dengan kapasitas giling 3.000 ton tebu per hari.
Plt. Bupati Ahmad Baharudin menegaskan, program bongkar ratoon bukan sekadar mengganti tanaman lama, melainkan strategi jangka panjang untuk meningkatkan produktivitas.
Data menunjukkan, luas areal tanam tebu di Tulungagung tahun ini naik menjadi lebih dari 4.000 hektare, dibandingkan sekitar 3.800 hektare pada 2025. Program bongkar ratoon mencakup 151 hektare, ditambah perluasan areal tanam 207 hektare.
“Petani adalah pahlawan pangan. Dengan bongkar ratoon, tebu bisa dipanen hingga 10 kali masa ratoon dengan hasil tetap optimal, berkat bibit unggul nasional,” ujar Baharudin.
Dalam arahannya, Baharudin menekankan empat hal penting, diantaranya, peningkatan kualitas dan produksi tebu., penguatan kemitraan antara petani dan pabrik gula, adopsi teknologi pertanian modern, dan industri gula berkelanjutan sebagai penopang ekonomi daerah.
PG Mojopanggung yang berdiri sejak 1852 diharapkan terus berkontribusi dalam mengurangi pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
General Manager PG Mojopanggung, Agus Budi Juwono, menyebut pabrik gula menyerap sekitar 650 tenaga kerja langsung selama musim giling, ditambah ribuan pekerja penebang dan pengangkut tebu dari berbagai wilayah.
Ia berharap dukungan pemerintah dan petani tetap terjalin demi keberlangsungan pabrik bersejarah ini.
Ketua Kelompok Tani Tani Unggul, Endang Suwarti, menyampaikan terima kasih atas pendampingan dari Dinas Pertanian, penyuluh, dan pihak PG Mojopanggung. Menurutnya, keberhasilan panen perdana ini lahir dari kerja sama dan gotong royong lintas pihak.||| Dodik S
Editor : Zul





